logo


Periksa Ijazah Calon, KPU Gandeng Kemenristek Dikti

KPU bersama Kemenristek Dikti akan melakukan pengecekan ijazah dari para calon kepala daerah

31 Juli 2015 00:00 WIB

Ilustrasi KPU. (Ist)
Ilustrasi KPU. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Persiapan pemilihan kepala daerah serentak terus digenjot oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), termasuk tentang verifikasi nama calon yang telah mendaftar. KPU pun menggandeng Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) untuk bekerja sama memperkuat persiapan Pilkada.

Kerja sama antar keduanya ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman. Nantinya KPU bersama Kemenristek Dikti akan melakukan pengecekan ijazah dari para calon kepala daerah yang telah mendaftar.

Menteri Ristek Dikti Muhammad Nasir menyebutkan bahwa, penggunaan ijazah yang tidak sesuai ketentuan, bisa dikaitkan dengan terjadinya masalah moral di tengah masyarakat.

"Revolusi mental coba kita lakukan. Dimulai dengan mencari tahu bagaimana mereka memperoleh ijazah," ungkap Menristek usai menandatangani nota kesepahaman di Kantor KPU, Kamis (30/7) malam.

Sedangkan Komisioner KPU, Husni kamil Manik menambahkan, adanya penandatanganan kerjasama dengan Kemenristek Dikti dipercaya mampu meningkatkan kualitas beberapa komponen dala Pilkada. Ia juga menambahkan bahwa, pemeriksaan keabsahan ijazah merupakan hal penting.

"Terutama untuk memastikan bahwa semua calon kepala daerah memiliki gelar akademik yang sah. Baik itu S1, S2, hingga S3," lengkap Husni.

Maka dari itu, Husni menambahkan, harus ada antisipasi agar kecurangan tidak terjadi, khususnya terkait keabsahan ijazah para calon. Ketua KPU itu pun mengaku jika dirinya sempat menemukan calon kepala daerah yang terbukti menggunakan ijazah palsu.

"Kalau palsu berarti dia tidak mengatakan yang sesungguhnya dan bisa dibawa ke ranah pidana serta akhirnya bisa memengaruhi pencalonan," katanya.

Bobby Tak Malu Telepon Menteri Demi Medan, Kubu Akhyar: Salah Kalau Pola Pikirnya Begitu

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan