logo


Soal Proyek 35 Ribu MW, Menteri ESDM: Kita Perlu Transmisi Massal

Solusi tersebut menurut Menteri Sudirman Said didapat setelah melakukan rapat bersama Wapres JK

31 Juli 2015 10:19 WIB

Ilustrasi pembangkit listrik. (Ist)
Ilustrasi pembangkit listrik. (Ist)

JAKARTA JITUNEWS.COM - Untuk mempercepat realisasi program pembangkit listrik berkapasitas 35.000 Megawatt (MW), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan, bahwa harus ada pembangunan transmisi massal.

Menurut Sudirman, gagasan pembangunan transmisi sepanjang 46.000 kilometer (Km) yang terbentang diseluruh Indonesia ini didapat Pemerintah setelah selesai rapat di kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) yang membahas soal kelistrikan.

Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin dan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara/PLN Sofyan Basyir serta dipimpin langsung oleh Wapres JK.


Berhasil Pulihkan Listrik NTT, Dirut PLN: Terima Kasih Relawan

"Saat ini kita mendapatkan solusi yang sangat baik di mana transmisi itu mesti dibangun secara masal, secara melibatkan berbagai pihak termasuk industri baja, industri dalam negeri dan pengusaha menengah di daerah," ungkap Sudirman kepada wartawan baru-baru ini di Jakarta.

Keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan transmisi listrik untuk program kelistrikan 35.000 Mw, Sudirman melanjutkan, memang sangat diperlukan.

Selain itu, Sudirman juga menambahkan, bahwa pada rapat sebelumnya terdapat dua keputusan penting soal realisasi 35.000 Mw. Pertama, terkait penentuan energi mix yang akan digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik yang akan di bangun. Yakni 50% batu bara, 25% gas dan 25% sisanya energi baru terbarukan (EBT). "Satu lagi keputusan bagaimana swasta terlibat dalam pembangunan transmisi," tandasnya.

Kabar Gembira! Warga Perbatasan NTT-Timor Leste Bisa Nikmati Listrik 24 Jam

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin