logo


Pemberian Benih Gratis ke Swasta Dinilai Mengecewakan!

Balitbang Kementan beranggapan bahwa pendistribusian bibit langsung ke petani tak optimal

23 Juli 2015 00:00 WIB

Ilustrasi. (Ist)
Ilustrasi. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Langkah pemerintah menggratiskan benih hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertanian (Kementan) kepada swasta, yang kemudian dijual ke petani, rupanya dinilai mengecewakan oleh beberapa pihak. Pasalnya, saat ini para petani tingkat mandiri pun sudah mampu memperbanyak benih. Bahkan, pemberian benih kepada swasta bertentangan dengan banyak program, serta aturan pemerintah yang ada.

Pemberian benih secara gratis kepada pihak swasta itu, lantaran adanya anggapan bahwa pendistribusian bibit ke petani sangat sulit dilakukan secara optimal. Terkait dengan hal tersebut Kepala Balitbang Kementan Muhammad Syakir mengatakan, pemberian bibit kepada pihak swasta  sengaja dilakukan untuk proses penggandaan, yang nantinya bisa didistribusikan ke petani secara optimal.

"Kami memang sudah menelurkan puluhan benih hasil penelitian pertanian setiap tahun, tapi hanya segelintir saja yang bisa sampai dan dinikmati petani secara langsung. Itu karena status Balitbang Kementan sebagai lembaga pemerintah, sehingga sulit untuk mendistribusikan benih hasil penelitian secara optimal," ujar Syakir, di Jakarta.


SK IPHPS Terbit, Petani Hutan Ajak Ono Surono Gelar Syukuran

Syakir menambahkan, pihaknya tidak memiliki fungsi komersial sehingga tidak bisa mendistribusikan bibit ke petani secara maksimal. Karena itu, Balitbang Kementan mengadakan kerja sama dengan pihak swasta, sekaligus mempercepat proses distribusi.

Kerjasama dengan swasta, sambung Syakir, bisa membuat petani langsung menikmati hasil penelitian Litbang Kementan. "Kami kerjasama dengan semua swasta. Dan kebetulan yang pertama dengan Bisi. Karena dia kan sudah pengalaman dalam produksi dan distribusi benih," jelasnya.

Selain itu, Syakir menuturkan, pihaknya tidak menerima sepeser pun dari pemakaian benih unggul hasil penelitian Balitbang jika dipakai perusahaan benih swasta. "Kami non komersial, semua perusahaan bisa pakai, kecuali yang sudah lisensi baru bayar," katanya.

Bahkan, meski memiliki ratusan peneliti yang tersebar di 33 provinsi, pihaknya kesulitan mengenalkan hasil penelitian pertanian pada petani. Sebagai informasi, pada tahap awal, Bisi yang merupakan pihak swasta yang diajak kerja sama, baru akan memproduksi dan menjual benih padi hasil penelitian Balitbang bernama Inbrida.

Harga Kopra Anjlok, PKS: Pemerintah Harus Tanggung Jawab Cari Solusi

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro