logo


Senasib dengan Cabai, Harga Bawang di Jakarta Juga Turun

Karena harga turun, pasokan bawang di Pasar Induk Kramat Jati dikurangi

22 Juli 2015 00:00 WIB

H+5 lebaran harga bawang mengalami penurunan. (dok. jitunews)
H+5 lebaran harga bawang mengalami penurunan. (dok. jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Belum pulihnya perguliran ekonomi di Jakarta, memberi dampak yang cukup signifikan bagi para penjual di pasar. Di pasar Kramat Jati, Jakarta Timur misalnya, dari hasil pantauan jitunews, H+5 lebaran harga sejumlah komoditas pangan terus mengalami penurunan. Tak hanya pada cabai, harga bawang pun ikut turun. 

Untuk penjualan bawang putih dan bawang merah hingga saat ini berada pada kisaran harga relatif murah yakni Rp 18.000 per kilogram. Harga ini mengalami penurunan yang cukup tinggi dari penjualan sebelum lebaran yang menyentuh angka Rp 50.000 per kilogram.

"Di hari ke lima pasca libur Lebaran, harga komoditas hortikultura cenderung mengalami penurunan. Dua hari sebelum Lebaran lalu, harga bawang pernah mencapai Rp 50.000 per kilogram. Saat ini, harganya sudah turun menjadi Rp 18.000 per kilogram," jelas Sugiono, asisten manager pasar Induk Kramat Jati, Rabu (22/7).


Pengamat Ragukan Efektivitas Pemanfaatan Kartu Tani

Ia mengungkapkan, penurunan tersebut dipicu belum stabilnya permintaan dari masyarakat Jakarta. Karena permintaan sedang turun, lanjutnya, maka salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengurangi Pasokan. "Hingga saat ini jumlah pasokan untuk produk hortikultura ke Jakarta sebanyak 9 ton untuk bawang merah dan 6 ton untuk cabai merah per hari. Jumlah itu jauh lebih kecil dari hari biasa. Jumlah pasokan cabai bisa mencapai 150-160 ton dan bawang merah 85-90 ton per hari," imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang bernama Elga Kurni (34) mengatakan, dirinya hingga saat ini terus mengalami kerugian karena kurangnya para pembeli. "Modal belanja saya 1,5 juta, sampai saat ini masih belum kembali, mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan pasar bisa ramai lagi," ujarnya berharap.

"Meskipun harga sudah mulai turun, tetapi pembeli juga nggak ada. Kan sama saja, kami pedagang hari-hari ini sangat susah karena belum ada penjualan," pungkas Elga.

Kementan Dorong Papua Barat Berdaulat Pangan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro