logo


63 Juta Orang Indonesia Buang Air Besar Sembarangan?

Tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya toilet masih rendah.

22 Maret 2014 13:50 WIB



JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya toilet masih rendah. Data yang dirilis UNICEF pada peringatan Hari Toilet Sedunia 2012 menunjukkan, dari 1,1 miliar penduduk dunia yang masih membuang air besar di tempat terbuka.

Indonesia menduduki peringkat kedua setelah India dengan jumlah 63 juta orang, disusul Pakistan, Ethiopia, dan Nigeria. Angka tersebut sekaligus menempatkan Indonesia dalam peringkat kedua dari daftar duabelas negara dengan tingkat sanitasi terburuk di dunia.

Dalam Surat Edaran tentang Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Maret 2013, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi memaparkan dampak buruk dari perilaku buang air besar di tempat terbuka. Menurut dia,  perilaku buang air besar di sungai, sawah, kolam, kebun, dan tempat terbuka lainnya salah satunya berimplikasi serius pada diare, pembunuh tertinggi bagi balita di Indonesia.
Surat Edaran tersebut menunjukkan, 162 ribu balita meninggal setiap tahunnya atau setara dengan 460 balita setiap harinya akibat buruknya perilaku buang air besar.

Selain itu, dari sudut ekonomi, Mboi menyebutkan Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp 56,7 triliun per tahun akibat buruknya kondisi sanitasi dan kesehatan. Jumlah tersebut sama dengan 2,3 persen dari Produk Domestik Bruto. Hal tersebut yang mendorong Kementrian Kesehatan menempatkan program Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) sebagai  pilar pertama dari kelima pilar STBM yang digalakkan pemerintah.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Toilet Indonesia, Naning Adiwoso menilai upaya pemerintah dalam meningkatkan akses terhadap sanitasi kurang maksimal. "Ini sudah sampai titik yang mendesak. Tidak usah jauh-jauh, di pinggiran Jakarta saja lihat, berapa banyak yang punya toilet?" ujar Adiwoso sebagaimana dikutip bbc.co.uk (20/3).

Naning berpendapat, dari masyarakat sendiri pun harus ada perubahan perilaku untuk mengatasi persoalan ini. "Masyarakat masih menilai masalah sanitasi bisa diselesaikan oleh alam, dengan menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan. Padahal dengan populasi manusia yang bertambah dan tingkat urbanisasi yang tinggi, warga kini harus menciptakan sistem sendiri untuk menjamin kebersihan dan kesehatan lingkungan." jelas Naning.

Ketua RW 07 Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Caharudin, mengakui butuh lebih banyak usaha untuk membuat warga bisa beralih sepenuhnya dan mengubah kebiasaan lama. "Sudah bertahun-tahun memang kita buat jamban dipinggir kali karena dekat permukiman, di sini penduduknya lumayan padat dan miskin," ungkap Charudin.
 

Melangit, Harga Bawang Merah dan Putih di Manokwari

Halaman: 
Penulis :