logo


Pelihara Golden Retreiver? Waspadai Kanker Limfoma!

Gejala limfoma yang berbeda teramati pada jenis anjing yang berbeda

21 Juli 2015 09:34 WIB

Salah satu gejala paling umum pada 80% hewan yang terkena limfoma adalah munculnya benjolan pada tubuh. (Foto : IST)
Salah satu gejala paling umum pada 80% hewan yang terkena limfoma adalah munculnya benjolan pada tubuh. (Foto : IST)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Limfoma adalah sejenis kanker anjing dengan sebab yang belum diketahui secara pasti. Gejala limfoma (lymphoma) terutama sering terjadi pada anjing jenis golden retriever berusia paruh baya.

Terdapat bermacam peringkat kanker tergantung dari daerah yang terkena. Jenis limfoma yang umum yaitu multisenter, mediastinal, gastrointestinal, dan ekstranodal. Sebagian besar anjing terkena limfoma multisenter dengan organ yang terpengaruh adalah hati, sumsum tulang, dan limpa.

Sementara pada limfoma mediastinum, toraks dan timus anjing adalah bagian yang terpengaruh. Seperti namanya, limfoma gastrointestinal mempengaruhi perut dan usus anjing. Ginjal, sistem saraf pusat, jantung, atau mata adalah yang terpengaruh akibat limfoma ekstranodal.


Unik, Tim Mahasiswa Ini Ciptakan Parfum dari Feses Domba!

Gejala limfoma yang berbeda teramati pada jenis anjing yang berbeda. Gejala berikut merupakan yang paling sering timbul, diantaranya :

  1. Salah satu gejala paling umum yang teramati hampir pada 80% hewan yang terkena limfoma adalah munculnya benjolan pada tubuh. Benjolan ini pada awalnya tidak menimbulkan rasa sakit dan terutama muncul di leher, belakang lutut, di bawah pangkal paha, dan di kaki depan. Benjolan lantas menyebar ke organ-organ internal seperti hati, pankreas, atau sumsum tulang. Benjolan yang muncul terasa keras dan berbentuk bulat.
  2. Pada tahap lanjut, peradangan akan dialami oleh anjing di bagian yang dipengaruhi oleh benjolan.
  3. Gejala seperti demam, kelelahan, kelemahan, dan kehilangan nafsu makan juga umum pada tahap selanjutnya. Gejala lain adalah muntah yang diiringi dengan penurunan berat anjing.
  4. Kulit anjing tampak memiliki lesi, kemerahan, dan terdapat bercak di atasnya. Anjing mungkin juga terganggu dengan rasa gatal serta mengalami bulu rontok.
  5. Pada stadium lanjut, anjing mengalami sesak napas, suara tercekat, dan akumulasi cairan di paru-paru. eradangan timus juga diamati pada tahap selanjutnya.
  6. Pembesaran kelenjar getah bening juga menunjukkan adanya limfoma anjing.
  7. Anjing nampak minum air lebih sering dan dengan demikian juga sering buang air kecil.

Wow, Ternyata Anjing Dapat Mengendus Kanker Lho!

Halaman: 
Penulis : Agung Rahmadsyah, Riana