logo


Mau Sukses Jadi Urban Farmer, Perhatikan Hal Penting Ini!

Permasalahan budidaya tanaman, ikan dan ternak di perkotaan memiliki keterbatasan sempitnya lahan

21 Juli 2015 05:07 WIB

Model pertanian di perkotaan terdiri model pengembangan berbasis lahan terbuka dan budidaya di pekarangan sempit. (Foto : IST)
Model pertanian di perkotaan terdiri model pengembangan berbasis lahan terbuka dan budidaya di pekarangan sempit. (Foto : IST)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ada banyak metode yang dapat digunakan agar masyarakat bisa mencapai sukses menjadi petani perkotaan. Di antara berbagai pendekatan itu, ketepatan menentukan inovasi yang digunakan dan pengolahan hasil produk pertanian menjadi kunci suksesnya.

Pemanfaatan lahan sempit di perkotaan dalam bidang pertanian, seperti bercocok tanam, memelihara ternak dan ikan bukan merupakan hal mustahil, baik hanya sebagai hobiis ataupun sumber mata pencaharian. Hal demikian, di antaranya disebabkan oleh faktor jumlah konsumen dan kedekatan jarak antara produsen dan konsumen. Dua hal tersebut akan menyebabkan produk hasil budidaya di perkotaan akan dapat bersaing, baik harga maupun kualitas, dengan produk serupa yang dikirim ke perkotaan.

Budidaya di perkotaan akan menyebabkan jarak tempuh akan semakin singkat dan dekat sehingga akan mengurangi biaya transportasi serta kesegaran dan kesehatan produk akan lebih terjamin.


Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Permasalahan budidaya tanaman, ikan dan ternak di perkotaan memiliki keterbatasan sempitnya lahan, cemaran logam berat, keberlanjutan usaha karena faktor kepemilikan dan alih fungsi lahan. Oleh sebab itu, usaha budidaya demikian sebaiknya melalui pendekatan yang tepat, baik dari aspek inovasi teknologi maupun pemilihan lokasi yang tepat. Apabila merujuk pada fakta saat ini, jenis lahan di perkotaan yang potensial untuk digunakan dalam berbudidaya tanaman, ikan dan ternak adalah lahan tidur, ruang terbuka hijau (RTH) dan pekarangan.

Oleh sebab itu, model pengembangan pertanian di perkotaan dapat digolongkan menjadi dua, yakni model pengembangan berbasis lahan terbuka dan budidaya di pekarangan sempit. Model budidaya berbasis lahan, umumnya dilakukan pada bedengan-bedengan tanah di lahan yang dikelola sedemikian rupa sesuai dengan jenis tanaman yang ditanam.  Untuk sayuran daun seperti bayam, selada, sawi, kangkung dan kemangi, lahan diolah sempurna melalui pencangkulan dan dibentuk bedengan-bedengan.

Sementara itu, budidaya sayuran buah dilaksanakan dengan cara serupa atau dengan cara membuat lubang tanam teratur yang diisi dengan campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dan selanjutnya dilakukan penanaman benih secara langsung atau bibit tanaman yang telah disiapkan.  Demikian juga halnya dengan tanaman obat atau tanaman biofarmaka.

Model budidaya pada lahan atau pekarangan sempit, meliputi budidaya dalam pot, vertikultur, hidroponik, aquaponik dan model wall gardening.  Budidaya dengan model demikian juga dapat dilakukan di atas rumah atau balkon yang disebut model budidaya “Rooftop System”. Sementara itu, budidaya ikan yang sesuai adalah budidaya ikan hias, baik dari aspek pembibitan, pembesaran, maupun pemasaran.

Sedangkan aspek ternak yang sesuai untuk lahan sempit di perkotaan adalah ternak kecil yang memiliki kecepatan berkembang biak dan tumbuh cepat dan bebas dari kemungkinan tertular dari penyakit zoonosis. Sebagai contoh adalah ternak kelinci. Ternak kelinci dapat ditujukan sebagai ternak hias, ternak potong, atau kombinasi keduanya.

Semoga bermanfaat ya!

(Sumber : sinar tani)

Raup Untung Hingga Rp 5 Juta dari Pepaya California

Halaman: 
Penulis : Riana