logo


Ingat, Pemilihan Pot Tabulampot Juga Harus Diperhatikan Lho! Cek Disini

Selain memerhatikan jenis pot, ukuran pot pun harus disesuaikan dengan karakteristik tanamannya

13 Juli 2015 10:06 WIB

Jenis pot yang dipakai dalam tabulampot. (Ist)
Jenis pot yang dipakai dalam tabulampot. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Cara penanaman buah tabulampot relatif mudah dan praktis. Selain penyediaan bibit, hal yang perlu disiapkan salah satunya adalah pot, sebagai media tanam. Pot berperan sebagai wadah tanaman buah dan tempat pertumbuhan. Pilihan bahan pot yang dapat digunakan diantaranya adalah pot plastik, pot tanah liat, pot semen, planter bag, atau drum.

Pot yang mudah diperoleh, murah, dan memiliki daya tahan yang cukup baik adalah pot berbahan plastik. Daya tahan pot plastik biasanya 2-4 tahun, tergantung pada lingkungan dan kualitas bahannya.

Pot berbahan semen atau tanah liat memiliki daya tahan yang lebih lama, tetapi harganya lebih mahal dibandingkan pot plastik dan relatif berat sehingga tidak praktis untuk dipindah-pindahkan. Sementara itu, drum memiliki keunggulan dari sisi ukurannya, tetapi apalabila sudah terlalu lama, drum besi cenderung akan mengalami kerusakan di bagian bawahnya akibat korosi dan pertumbuhan akar.


Cek! Ini Jurus Jitu Membuat Pestisida Nabati dari Bawang Putih

Selain memerhatikan jenis pot, ukuran pot pun harus disesuaikan dengan karakteristik tanamannya. Bentuk pot yang ada di pasaran umumnya membesar di bagian atas dan agak mengecil di bagian bawah. Ukuran pot tidak perlu terlalu besar, tetapi jangan pula sampai terlalu kecil. Ukuran pot minimum berdiameter 35 cm atau lebih besar, tergantung jenis dan ukuran bibit yang akan ditanam. Misalnya, bibit kedongdong mini cukup ditempatkan di pot berukuran 35 cm, sementara itu bibit srikaya new varietas atau jambu biji dtempatkan di pot berukuran minimum 50 cm. Untuk bibit yang bergolong tipe kayu keras seperti mangga dan rambutan tentu memerlukan wadah yang lebih besar, seperti drum.

Untuk pemilihan besar kecilnya pot, perlu disesuaikan dengan ukuran bibit yang akan ditanam. Misalnya, jika kita memiliki bibit berukuran tinggi sekitar 30 cm, sebaiknya pilih pot berdiameter 35-40 cm. Jangan langsung ditanam di pot berdiameter 70 cm. Hal ini bertujuan agar pemberian nutrisi lebih efektif dan mudah penanganannya.

Seiring bertambah besarnya tanaman bisa dilakukan penggantian pot yang lebih besar sambil menambahkan media tanamnya. Biasanya, jika sudah lebih dari 4 tahun, pot sebaiknya diganti dengan ukuran yang lebih besar menyesuaikan dengan penampang tajuk tanaman.

Bagian bawah pot juga harus memiliki beberapa lubang untuk membuang kelebihan air saat penyiraman atau hujan. Pot juga sebaiknya tidak langsung menempel ke permukaan tanah atau semen plester, tetapi perlu diberi alas penopang berupa batu bata, mangkuk plastik, atau kerangka besi. Hal ini untuk memudahkan air keluar dari dalam pot dan sirkulasi udara dari bagian bawah pot berlangsung dengan baik.

Seiring dengan majunya teknologi, saat ini penggunaan planter bag sudah banyak digunakan. Planter bag merupakan suatu wadah berbahan sejenis terpal plastik dengan daya tahan yang lama dan memiliki pegangan sehingga memudahkan pengangkatan untuk memindahkan tanaman.

Semoga bermanfaat ya!

Trik Jitu Menanam Bunga Hias Dalam Pot

Halaman: 
Penulis : Riana