logo


Ini Lho Penyebab Utama Harga Bawang Gila-gilaan

Di komoditi bawang tak ada mafia apalagi spekulan

10 Juli 2015 00:00 WIB

Ilustrasi penjual bawang merah di pasar.(Ist.)
Ilustrasi penjual bawang merah di pasar.(Ist.)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pemerintah diminta memperbaiki jalur distribusi barang untuk menekan fluktuasi harga barang. Hal ini disampaikan kepada pedagang untuk meng-counter isu bahwa ada mafia dan spekulan, khususnya pada komoditas bawang merah, bawang putih dan bawang bombay.

Seorang pedagang bawang di Pasar Induk Kramat Jati Ahmad Tarnil (48) mengatakan, tidak ada yang namanya mafia bawang apalagi spekulan, pasalnya komoditas bawang adalah komoditas yang tidak bisa ditahan harus langsung dijual karena bila tidak akan membusuk.

"Saya laporkan pak bahwa untuk bawang itu tidak ada mafia atau spekulan. Harga ini naik karena memang kalau terlambat pasokannya harganya naik, masa kami dibilang mafia perdagangan? Kalau bawang kan pak tidak bisa ditahan lama-lama, akan. Semakin membusuk kan pak," tutur Ahmad, Jumat (10/7), di Jakarta. 


Pengamat Ragukan Efektivitas Pemanfaatan Kartu Tani

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah memperbaiki jalur distribusi untuk menekan lonjakan harga, sekaligus membuktikan bahwa tidak ada yang namanya mafia bawang dan spekulan bawang. Pasalnya, saat ini petani bawang hanya mampu penuhi 10 persen kebutuhan bawang dalam negeri, sedangkan sisanya 90 persen masih mengimpor.

"Makanya Pak Menteri, tolong perbaiki jalur distribusinya. Kalau barangnya telat datang harganya akan naik. Kami juga nangis itu waktu tahun 2013, harga bawang putih mencapai Rp 70 ribu per kilo," imbuhnya.

Kementan Dorong Papua Barat Berdaulat Pangan

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Christophorus Aji Saputro