logo


Soal Harga Bawang, Ini Keluhan Pedagang yang Kerap Dipersalahkan

Bawang putih di Indonesia cuma 10 persen lokal, 90 persennya impor

10 Juli 2015 00:00 WIB

Bawang putih di pasar.(Ist.)
Bawang putih di pasar.(Ist.)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kunjungan silaturahmi sekaligus sahur bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel rupannya juga dijadikan ajang pedagang menyampaikan keluh kesahnya. Salah satu yang menyampaikannya adalah pedagang bawang putih, bernama Ahmad Tarnil (48). Ia mengatakan bahwa saat ini suplai bawang putih sering terganggu sehingga berimbas pada harga yang naik turun.

"Kadang-kadang harga tidak stabil, perlu disampaikan ke bapak, suplai bawang putih kurang. Sejak 2013 bawang putih itu kurang karena suplainya kurang, tembus sampai Rp 70 ribu per kilo. Bawang putih di Indonesia cuma 10 persen lokal, 90 persennya impor dari Tiongkok (Cina), kalau bawang datangnya terlambat pasti harganya naik, " tutur Achmad, Jumat (10/7), di Jakarta.

Ia juga menyampaikan masalah lain, yakni mengenai bongkar muat bawang putih impor yang dipindahkan dari Jakarta ke Surabaya. Ini membuat harga bawang melonjak tajam karena ada biaya logistik yang panjang dari Surabaya menuju Jakarta. Oleh karena itu, dirinya meminta agar Mendag mengembalikan bongkar muat bawang kembali di Pelabuhan Tanjung Priok.


Pedagang Akui Sulit Menjual dengan Harga Acuan yang di Tetapkan Pemerintah

"Bawang putih dulu itu dibongkar di Jakarta, Tanjung Priok. Sekarang di Surabaya, ini memperpanjang mata rantai, tolong kembalikan lagi ke Jakarta pak. Atau kami minta subsidi distribusi dari Surabaya ke Jakarta," lanjutnya.

Selain itu, pemerintah juga diminta untuk lebih cermat dalam mengatur distribusi bawang merah dan meningkatkann produktivitas bawang bombay. Khusus untuk bawang merah banyak terjadi kasus dimana pengiriman bawang merah dari sentra-sentra pertanian tidak sampai di pasar induk, sedangkan untuk bawang bombay memang produktiitas petani lokal sangat minim sehingga harganya mahal.

"Bawang merah tidak sampai pak yang dari Brebes. Kami minta bawang merah supaya diawasi distribusinya sampai ke Pasar Induk. Bawang bombay, panen paling hanya 5 persen sisannya kita impor dari India, Selandia Baru, dan Bangladesh," imbuhnya.

Mendekati Hari-H Lebaran, Pemerintah Diminta Antisipasi Lonjakan Harga Daging

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan