logo


Kemenlu: MEA Tidak Sama Seperti Uni Eropa

MEA hanya memperkuat daya saing ekonomi negara Asean secara regional

9 Juli 2015 00:00 WIB

Ilustrasi MEA. (Ist)
Ilustrasi MEA. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tidak sama seperti Uni Eropa. Hal ini karena MEA hanya sebatas kerjasama ekonomi regional yang tetap mementingkan kepentingan nasional.

Direktur Kerjasama Ekonomi Asean, Kementerian Luar Negeri Ina Krisnamurthi mengatakan bahwa MEA tidak memasukan mekanisme mata uang tunggal, visa tunggal dan kesepakatan lain seperti yang dilakukan Uni Eropa. MEA hanya memperkuat daya saing ekonomi negara Asean secara regional.

"MEA bukan Uni Eropa, tidak ada kesepakan mengenai mata uang tunggal, visa tunggal, tidak ada kesepakatan mengenai bank sentral tunggal dan pengaturan-pengaturan lintas batas," tuturnya di Kantor Kementeriann Luar Negeri, Jakarta pada Kamis (9/7).

Menurutnya MEA hanya akan menjadi penguatan kepentingan ekonomi regional tanpa mengesampingkan kepentingan nasional. Sehingga masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir bahwa MEA akan menjadi Uni Eropa, tetapi tetap sebagai regional.

"Prinsip MEA mengembalikan kepada kepentingan nasional, oleh karena itu kekhawatiran MEA untuk menjadi Uni Eropa itu belum. Kita alami di (krisis) di tahun 1998 dan 2008, kuncinya bukan MEA tahun 2015 tapi bagaimana pasca itu kepentingan kawasan tidak mengalahkan kepentingan nasional," lanjutnya.

Menurutnya, dari statistik yang ada telah menunjukan bahwa ekonomi kawasan Asean menguat dengan kisaran 4-5%, saat ini Asean sedang berada diatas negara-negara lainnya dari sisi pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu masyarakat tidak perlu khawatir MEA akan menjadi Uni Eropa karena memang konteks keduanya amat berbeda.

Wacana Integrasi Digital di Kawasan ASEAN, Indonesia Usulkan

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan