logo


Pegiat Anti Korupsi: Buka Rekam Jejak Calon Pimpinan KPK Seluruhnya

Calon pimpinan KPK yang baik seharusnya tidak memiliki rasa ingin menjadi calon Presiden

9 Juli 2015 00:00 WIB

Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK (Pansel KPK). (Ist)
Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK (Pansel KPK). (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK (Pansel KPK) telah meluluskan 194 pendaftar setelah menyelesaikan ujian administrasi. Tak ingin terjadi masalah dalam penunjukkan pimpinan KPK seperti sebelumnya, para pegiat anti korupsi pun berinisiatif menyelidiki jejak rekam ke 194 calon tersebut.

"Calon pimpinan KPK yang baik seharusnya tidak memiliki rasa ingin menjadi calon Presiden ataupun Wakil Presiden," ungkap Faisal seorang pegiat anti rasuah asal Sentra Advokasi intuk hak Dan Pendidikan Rakyat (Sahdar) Medan.

Para pegiat anti korupsi dari berbagai gerakan berkumpul di Hotel Harris, Saharjo, Jakarta Selatan, Kamis (9/7), sepakat bahwa Pansel Capim KPK haruslah membuka setransparansi mungkin tentang curriculum vitea para calon. Mereka sangat mengharapkan untuk memilih pimpinan KPK tidak Lagi seperti membeli kucing dalam karung.

Sebelumnya, dari 194 calon yang lolos, Indonesia Corruption Watch merilis klasifikasi para calon berdasarkan profesinya. Sebanyak 22 orang berprofesi sebagai seorang politisi, kemudian 41 orang sebagai advokat dimana sembilan diantaranya terindikasi melakukan tindak korupsi. Kemudian Sebanyak 19 orang mewakili akedemisi, 18 orang asal LSM, dan delapan orang asal KPK.

Benteng terakhir dalam memberantas korupsi murni kini hanya tinggal di tangan KPK. Sebelumnya pemerintah mewacanakan tidak boleh Lagi ada kriminalisasi, dan yang terbaru Mahkamah Konstitusi justru malah melegalkan politik dinasti. Dimana kedepan justru tindak pidana korupsi bakal makin menjamur atas diperbolehkannya politik dinasti.

"KPK adalah benteng terakhir yang masih ada di tanah air. Jadi proses capim KPK haruslah kuat," ucap Hendrik selaku pegiat anti korupsi.

Wawan Divonis 4 Tahun Penjara

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan