•  

logo


Diajak Gabung TKN, Connie Bakrie Ngaku Diiming-imingi Jabatan hingga Mobil

Connie tak bersedia merapat ke kubu paslon 2.

13 Februari 2024 08:27 WIB

Connie Rahakundini Bakrie
Connie Rahakundini Bakrie instagram/@connierahakundinibakrie

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Saling bantah antara Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani dan pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie masih bergulir.

Rosan baru-baru ini menyebut Connie tertarik bergabung dengan kubu Prabowo-Gibran dengan imbalan jabatan wakil menteri luar negeri atau wakil menteri pertahanan. Namun, hal itu dibantah oleh Connie.

Menurut Connie, justru Rosan yang menawarkan jabatan tersebut. Dia mengaku tak tergiur dengan iming-iming tersebut.


Pastikan Polri Netral di Pilpres 2024, Arief Poyuono: Masyarakat Jangan Percaya Berita Hoak

“Saat itu saya jawab, sangat PHP (pemberi harapan palsu), alias tidak mungkin,” kata Connie di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin (12/2).

Connie tak berminat dengan dua jabatan itu. Ia mempertimbangkan kondisi internal koalisi Prabowo-Gibran yang rawan konflik.

Kemudian, Connie menyebut dirinya dibujuk dengan mobil Jeep Bentley 1st Edition bernilai miliaran. Meski begitu ia tetap menolak.

“Ini pun saya tolak karena tidak mau dijadikan alat untuk memviralkan seolah saya berhasil dibeli,” ungkap Connie.

Sebelumnya, terungkap bahwa Connie Rakahundini Bakrie dan Rosan Roeslani pernah melakukan pertemuan. Tak hanya ditawari bergabung, Connie mengaku dibocori soal skenario Prabowo bakal digantikan Gibran setelah dua tahun menjabat.

"Ini yang sampaikan Pak Rosan loh, mantan dubes kita di Amerika. 'Jadi rencananya 2 tahun, jika tahun berikutnya diikuti oleh Gibran'. Saya langsung bangun saya bilang, 'Sebentar Pak Rosan. Jadi cuma 2 tahun, lalu langsung diganti Gibran?" ujar Connie.

"Pertanyaan gue bodoh aja nih. Lo yakin Prabowo dibiarkan hidup oleh Jokowi 2 tahun? Kalau saya jadi Gibran atau Pak Jokowi, saya matiin besok. Loh betul ngga sih? Kalau dia bisa khianati Ibu Megawati Soekarnoputri dengan segala perjuangannya dia ada di istana dua kali, di Gubernur DKI Jakarta, di wali kota, apa bedanya dia bisa bunuh Pak Prabowo di tengah jalan?" sambungnya.

TKN Prabowo-Gibran Ragukan Kapasitas Tokoh di Dirty Vote, Ini Profil Feri Amsari, Bivitri Susanti, dan Zainal Arifin Mochtar

Halaman: 
Penulis : Iskandar