•  

logo


HNW Minta KPU Bersiap Pilpres Putaran Kedua Berbarengan dengan Pelaksanaan Haji

Hidayat Nur Wahid meminta KPU mempersiapkan teknis pemungutan suara bagi jemaah haji.

7 Februari 2024 22:15 WIB

Hidayat Nur Wahid
Hidayat Nur Wahid instagram/hnwahid

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Anggota DPR RI Komisi VIII, Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah dan KPU menyusun langkah antisipasi jika Pilpres 2024 berlanjut ke putaran kedua. Pasalnya, masa pencoblosan itu kemungkinan berbarengan dengan pelaksanaan haji 2024.

Berdasarkan ketentuan KPU, pelaksanaan Pilpres putaran kedua akan terjadi pada 26 Juni 2024, bertepatan dengan tanggal 19 Zulhijah 1445 Hijriah.

Sementara menurut Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1445 H dari Kementerian Agama, 20 Zulhijah 1445-7 Muharram 1446/26 Juni-13 Juli 2024 adalah masa pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah. Artinya, sebagian besar jemaah tidak bisa mengikuti pencoblosan di Indonesia.


Jokowi Tegaskan Tak Akan Ikut Kampanye meski Diperbolehkan UU

Hidayat Nur Wahid atau HNW berharap pemungutan suara tetap bisa dilakukan oleh jemaah haji. Menurutnya, pemerintah dan KPU harus memastikan kedaulatan rakyat dari semua kalangan.

Wakil Ketua MPR RI itu menyarankan KPU untuk mengirimkan surat suara agar 247 ribuan jemaah haji bisa menggunakan hak pilihnya saat berada di Arab Saudi.

“Pemerintah harus memastikan bahwa jika Pilpres berlanjut ke putaran kedua, maka akan tetap dilaksanakan pencoblosan selama para jamaah haji berada di Mekah, Arab Saudi. Sehingga seluruh jamaah haji ditambah para petugas haji tetap bisa menggunakan hak pilihnya masing-masing,” kata Hidayat Nur Wahid dalam sidang paripurna DPR RI, Selasa (6/2).

Politikus PKS itu menilai KPU belum mempersiapkan pemungutan suara di Makkah. Padahal, menurut dia, jumlah kuota haji Indonesia di tahun 2024 mencapai 241 ribu orang. Angka itu belum termasuk jumlah petugas haji dan jemaah haji Indonesia dari dalam negeri Saudi.

“Jika tidak segera disiapkan, maka dikhawatirkan hak pilih dan kedaulatan 247 ribuan rakyat Indonesia yang sedang melaksanakan ibadah haji tahun ini, terancam tidak bisa digunakan, dan itu kesalahan konstitusional dan melanggar kepatutan etika juga. Apalagi selama musim haji tersebut suasana di Saudi sangat padat dan ketat,” tegas HNW.

Kampanye di Sintang, Anies Ajak Masyarakat Wujudkan Perubahan Pekan Depan  

Halaman: 
Penulis : Iskandar