logo


Kemenkeu Minta Masyarakat Optimis Hadapi Resesi Ekonomi Nasional

ADB dan Bank Dunia sama-sama mengoreksi target pertumbuhan Indonesia

8 Juli 2015 00:00 WIB

Ilustrasi. (Ist)
Ilustrasi. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan Menteri Keuangan sebesar 5,2% harus dilakukan dengan optimisme tinggi. Hal ini disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara hari ini (8/7) di depan para peserta forum Bank Dunia, Indonesia Economic Quaterly (IEQ) edisi Juli 2015 di Soehanna Hall, Energy Tower.

"Yang kita butuhkan itu optimisme bukan malah pesimis, ini kan kalau optimisme hasilnya bisa positif. Ini koran semalam saya simpan, taglinenya Indonesia mampu melewati resesi. Nah nuansa optimisme seperti ini yang perlu kita tumbuhkan agar ekonomi kita positif," tuturnya di Jakarta pada Rabu (8/7).

Menurutnya, kendati Asian Developmen Bank (ADB) dan Bank Dunia sama-sama mengoreksi target pertumbuhan Indonesia, hal itu tidak akan terlalu mempengaruhi kinerja ekonomi Indonesia. ADB mengoreksi prediksi target pertumbuhan Indonesia hanya mencapai 5%, sedangkan Bank Dunia mengoreksi lebih dalam lagi dengan prediksi di angka 4,7%.

"Ya tidak apa-apa, kalau pun kita tumbuh di angka 4,7%. Banyak kok negara-negara lain yang sangat ingin tumbuh, apalagi tumbuhnya 4,7%. Ini kan ditengah kelesuann ekonomi dunia," lanjutnya.

Dirinya meminta perubahan pola pikir dari pesimisme menjadi optimisme. Sebab dengan optimisme ini, Indonesia akan mampu menumbuhkan kepercayaan investor, bahwa nantinya tentu akan ada hambatan itu pasti, namun pemerintah sudah menyatakan komitmen untuk mengatasinya.

Oleh karena itu, untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang saat ini dipatok 5,2% merupakan hal yang mudah. Hal ini dapat tercapai asalkan semua dibangun dengan semangat positif dan optimisme bersama, baik itu pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat umum.

Sebut Prediksi Sri Mulyani Banyak Meleset, Rizal Ramli: Kalau Ngibul Jangan Keterlaluan

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan