logo


Bank Dunia Minta Indonesia Lakukan Reformasi Fiskal

Investasi saat ini berkontribusi 1,4% untuk pertumbuhan PDB year on year

8 Juli 2015 00:00 WIB

Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop. (Ist)
Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop mengatakan bahwa untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi dibutuhkan reformasi fiskal. Hal ini guna menngejar peningkatan pendapatan dan juga belanja anggaran yang baik.

"Indonesia (saat ini) tetap tumbuh dengan laju yang lebih cepat. Namun, untuk memacu pertumbuhan yang lebih tinggi dibutuhkan reformasi fiskal guna peningkatan pendapatan dan belanja anggaran yang lebih baik. Juga diperlukan perbaikan kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi persiangan, perdagangan dan investasi swasta. Kebijakan pemerintah guna mengurangi inflasi harga pangan juga dapat memperkuat kepercayaan konsumen," tuturnya di Jakarta pada Rabu (8/7).

Menurutnya saat penurunan tajam harga komoditas dan prospek normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat telah membuat negara berpendapatan menegah mengalami defisit neraca transaksi berjalan sebab mengurangi pendapatan perusahaan komoditas dan memperlambat investasi swasta.

Investasi saat ini berkontribusi 1,4% untuk pertumbuhan PDB year on year pada kuartal pertama tahun 2015 atau separuh dari rata-rata kontribusinya pada tahun 2010.  Investasi memang diharapkan akan untuk meningkat pada paruh kedua 2015, namun jumlahnya tidak akan setinggi seperti prediksi sebelumnya hal ini akibat pembelanjaan anggaran pemerintah yang diperkirakan lebih rendah.

"Fondasi makro ekonomi yang baik, berhasil mencegah merosotnya pertumbuhan secara tajam akibat jatuhnya harga dan perintaan komodotas, seperti yang dialami negara-negara eksportir komodotas lainnya seperti Brazil, Afrika Selatan, Chile dan Peru. Indonesia tetap tumbuh dengan laju yang lebih cepat," lanjutnya.

Oleh karena itu reformasi fiskal mutlak dilakukan Indonesia untuk terus mendukung pertumbuhann yang saat ini masih dibawah ekspektasi Bank Dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 diprediksi akan mencapai 4,7% sedangkan Bank Dunia sebelumnya memprediksi akan tumbuh sebesar 5,2%.

Pemerintah Pajaki Pulsa dan Token Listrik, Rizal Ramli: Kreatif Dikit Kek

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan