logo


Kemendag Temukan Banyak Produk Ilegal yang Pakai Label SNI Palsu

Label SNI palsu juga digunakan oleh produk-produk lokal

7 Juli 2015 00:00 WIB

Istimewa
Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktoral Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag menemukan banyak praktik peredaran barang ilegal dengan menggunakan label SNI palsu. Tidak hanya barang-barang impor, label SNI palsu juga digunakan oleh produk-produk lokal yang sebenarnya sudah sudah memiliki SPT SNI.

Direktur Jenderal Standarisasi Dan Perlindungan Konsumen, Kementerian Perdagangan Widodo mengatakan akan mengusut tuntas kasus tersebut. Ia mengingatkan bahwa sanksi administrasi akan diberlakukan dan dilanjutkan dengan ancaman pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Ini kalau ditangani Kepolisian bisa ancaman pidana dan masuk penjara. Inilah yang saya minta pengawasan untuk menindaklanjutinya. Sanksi administrasi tidak menghilangkan ancaman pidana, ancamannya itu 5 tahun atau denda Rp 5 miliar," tuturnya di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta pada Selasa (7/7).

Saat ini untuk produk yang menggunakan label SNI palsu banyak berupa produk elektronika yang diimpor dari Tiongkok. Selain itu juga ada produk baja lembaran lapis seng, mainan anak-anak, dan meter air. Umumnya barang-barang dengan SNI palsu tersebut dijual dengan harga lebih murah 50% dibandingkan produk asli.

"Kabel juga begitu, kabel tidak lentur, bahaya dan tidak standar. kalau diinstalasi di rumah kita ini sangat bahaya, kabel ini mereknya votre tidak sesuai dengan standar. Istilah SNI baja lembaran lapis seng, ini tidak sesuai standar, ketebalannya harusnya 0,20 milimeter tapi ini kurang dari itu. Elektronika kebanyakan impor,
Padahal ada tanda SNInya,  kebanyakan buatan cina jadi maka itu importinya ini npbnya sudah ditarik atau dibekukan," lanjutnya.

Untuk mengamankan pasar dalam negeri, ia mengatakan akan terus melakukan peningkatan pengawasan terhadap peredaran produk-produk non pangan secara berkesinambungan. Ia mengharapkabn dengan pengawasan ini dapat mendorong iklim usaha yang sehat dan meningkatkan produksi dan penggunaan produk dalam negeri. Paling penting menurutnya adalah mencegah distorsi pasar dari peredaran produk impor yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kemendag Gandeng Polri Awasi Perdagangan

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan