•  

logo


Mas Gibran Tolong! Tukang Ojek Masjid Raya Sheikh Zayed Resah Dengan Kehadiran Shutte Bus

Tukang Ojek Masjid Raya Sheikh Zayed berharap Gibran memiliki kesempatan untuk membantu masyarakat kecil

9 Desember 2023 15:10 WIB

Tukang ojek di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Tukang ojek di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dok.jitunews

SOLO, JITUNEWS.COM- Puluhan tukang ojek yang beroperasi di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menyampaikan keluhannya terkait kehadiran shuttle bus yang mengantar pengunjung dari Terminal Tirtonadi ke Masjid besar di Kota Solo tersebut.

Salah satu Tukang Ojek yang beroperasi di Pangkalan Ojek RJS 13 di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed yang bernama Sutarwo mengatakan, sejak kehadiran shuttle bus yang beroperasi, penghasilan dirinya dan rekan-rekan sesama tukang ojek berkurang drastis.

"Kalau dulu waktu baru beroperasi, sehari dapat lah seratus (Rp100.000). Kalau sekarang sejak ada shuttle bus berkurang drastis, sekitar 80, itu mungkin bisa dapat kalau hari Sabtu atau Minggu saja. Kalau hari biasa ya sekedar kumpul, silaturahmi, makan-makan bersama saja," ungkap Sutarwo kepada Jitunews, Jumat 7 Desember 2023.


4 Fakta soal Kebakaran di Kampung Joyosudiran Solo

Sutarwo yang mengaku merupakan warga asli di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed itu merupakan warga yang terdampak langsung dari pembangunan Masjid terbesar di Solo tersebut. Ia bersama beberapa rekannya, sesama tukang ojek, dulunya merupakan teman sekampung, sebelum tanah mereka digusur.

Sutarwo menyebutkan, kehadiran Masjid Raya Sheikh Zayed sendiri memberikan manfaat bagi dirinya dan rekan-rekan lain yang masih bisa mengais rejeki pasca Masjid Raya itu beroperasi.

"Hampir 80 persen dari rekan ojek yang sekarang mangkal di depan Masjid Sheikh Zayed adalah dari gusuran di belakang masjid. Pekerjaan juga kebanyakan hilang, tapi alhamdulillah masih bisa mencari rejeki di Masjid Sheikh Zayed ini," ungkapnya.

Sutarwo berharap, Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka bisa terus memberikan perhatian terhadap masyarakat kecil seperti dirinya dan rekan-rekannya yang mencari rejeki dari kehadiran Masjid Raya Sheikh Zayed tersebut.

"Tolong kita dari pemerintahan bisa dibina. Terus kalau ada aduan atau keluhan itu kemana. Yang kedua, tolonglah kalau hari biasa itu shuttle dihentikan," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Samsudiono, tukang ojek yang beroperasi di pangkalan sebelah Utara Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Menurutnya, kehadiran Shuttle Bus tersebut menggerus pendapatan dirinya dan rekan-rekan sesama tukang ojek.

"Harapannya bisa punya payung hukum. Sebab sejak kehadirannya (Shuttle bus) itu pendaparan juga tak seberapa, karena tarikannya kan juga dibatasi," ungkap Samsudiono.

Ia berharap, dengan kehadiran Gibran yang saat ini mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres), kedepan bisa lebih memiliki kesempatan untuk membantu masyarakat kecil seperti dirinya dan rekan-rekan ojek lainnya.

"Ya mudah-mudahan Pak Gibran juga nanti kalau terpilih (sebagai Wapres) atau bisa lebih di atas lagi, pikirkanlah kami-kami ini selaku tukang ojek yang ada di Masjid Sheikh Zayed ini," pungkasnya. (*)

Heran Kantor DPC PDIP di Solo Didatangi Polisi, FX Rudy: Intimidasi dan Intervensi pada Parpol

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati