•  

logo


Kiai Maman PKB: Kita Butuh Pemimpin yang Punya Literasi Kebangsaan yang Kuat

Kiai Maman mendampingi Anies saat berkunjung ke Bengkulu.

7 Desember 2023 14:49 WIB

Anies Baswedan, Refly Harun, dan Maman Imanulhaq
Anies Baswedan, Refly Harun, dan Maman Imanulhaq Istimewa

BENGKULU, JITUNEWS.COM –  Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan melakukan kampanye di Provinsi Bengkulu pada Rabu, 6 Desember 2023. Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Imanulhaq turut mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta dalam sejumlah agenda.

Tokoh yang karib disapa Kiai Maman itu mengaku kagum dengan sosok Anies. Menurutnya, mantan rektor Universitas Paramadina itu orang yang penuh gagasan dan memiliki literasi kebangsaan yang kuat.

Dengan Anies, Kiai Maman mengaku banyak berdiskusi tentang cara mengelola Indonesia dengan modal kekayaan alam, sumber daya manusia yang potensial, dan kearifan lokal. Dia menilai Indonesia mampu menjadi negara maju dengan bekal tersebut.


Ingin Punya Mendikbud Seperti Anies, Cak Imin: Punya Pengalaman Akademik dan Inovasi

"Anies Baswedan adalah seorang santri yang juga akademisi. Apa yang dituturkan Mas Anies sangat rasional dan juga penuh dengan kearifan yang penuh hikmah. Tak lupa seperti juga Gus Muhaimin [Iskandar], Mas Anies memiliki selera humor yang sangat tinggi," kata Kiai Maman kepada wartawan, Kamis, 7 Desember 2023.

Adapun kedatangan Anies bersama rombongan di Bengkulu disambut dengan kesenian khas setempat. Anies, juga Kiai Maman, mengekan kaus bertuliskan ‘Pasar AMIN’ saat blusukan ke Pasar Minggu Bengkulu.

Begitu sampai, Anies lekas didatangi emak-emak. Dia mendapat berbagai keluhan tentang kondisi perekonomian, hingga pasar yang sumpek. Dialog pun terjadi antara masyarakat dengan calon pemimpin RI.

Setelah dari pasar, Anies beranjak menuju Universitas Prof. DR. Hazairin (Unihaz). Di kampus itu, Anies melayani pertanyaan yang kritis dan tajam dengan tenang. Semua pertanyaan mendapat jawaban yang serius, rasional, dan sesekali dibalut canda.

"Kita memang butuh pemimpin yang siap menghadapi kritik masyarakat, tidak dilayani dengan tindakan represif atau menghindar," ujar Kiai Maman.

Jubir Timnas AMIN itu mengungkapkan Anies selalu membawa catatan dalam setiap sesi diskusi. Menurutnya, Anies tidak mau berbicara tanpa data, apalagi ngawur.

Kiai Maman menganggap kampanye Anies kali ini justru mirip debat. Namun, lanjut dia, langkah Anies justru diapresiasi banyak orang, bahkan dielu-elukan sebagai pemimpin karena berkharisma dan cerdas.

"Jadi tidak ada pencitraan planga-plongo, pencitraan ndeso miskin dan sebagainya. Tetapi betul-betuk genuine karakter Anies sebagai seorang akademisi, pemimpin yang mau mendengar dan tidak dibuat-buat. Tidak mencitrakan dirinya apapun kecuali ia ingin berdialog dengan masyarakat menggunakan kekuatan logika dan menyentuhnya dengan sentuhan emosional," jelasnya.

Usai salat zuhur di Masjid Attaqwa, Anies bersama rombongan mendatangi tempat pengasingan sang proklamator sekaligus presiden pertama RI, Soekarno. Di sana, Anies tidak menutupi rasa kagumnya terhadap Bung Karno yang ia anggap sebagai tokoh yang punya narasi kuat.

"Bung Karno adalah tokoh yang mampu membangun semangat perjuangan. Beliau sukses membangun narasi optimisme, ia membangun semangat nasionalisme, semangat heroisme bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang mengguncang dunia hanya dengan 10 pemuda, padahal kala itu banyak pemuda yang masih buta huruf," ungkap Kiai Maman.

Di mata Kiai Maman, Anies adalah sosok yang begitu menghormati jasa para pejuang. Hal itu dibuktikan ketika Anies menjadi Gubernur DKI Jakarta dengan menghapus pajak sampai 0 persen untuk pendiri bangsa, termasuk tokoh-tokoh yang berjasa membangun Indonesia.

“Itu juga yang nantinya ia akan dilakukan di seluruh tanah Indonesia ketika ia menjabat presiden,” tambah pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi itu.

Selain itu, Anies juga mengunjungi sebuah gedung olahraga yang telah dipenuhi masyarakat. Teriakan “perubahan” hingga “presiden” menggema dalam ruangan besar itu.

Pada kesempatan itu, Kiai Maman mengajak masyarakat untuk menyatukan pikiran, tekad, dan kerja sama untuk memilih pasangan calon nomor 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar pada 14 Februari 2024 nanti.

Kiai Maman mengutip kata-kata Gusdur bahwa Indonesia tidak akan hancur karena perbedaan dan bencana, melainkan kebejatan moral dan korupsi.

AMIN, kata Kiai Maman, memastikan akan melawan korupsi, oligarki, serta pelanggar konstitusi. Dia juga menyebut AMIN akan menjaga optimisme masyarakat tentang Indonesia yang lebih baik.

Sementara itu, dalam pidatonya, Anies menilai masyarakat semakin paham bahwa pemimpin yang mereka butuhkan adalah sosok yang mau mendengar dan memberi solusi secara sistematis, rasional, terukur.

"Masyarakat membutuhkan pemimpin yang memiliki literasi kebangsaan yang hebat," imbuh Kiai Maman.

Agenda terakhir Anies di Bengkulu pada hari tersebut adalah menyambangi sebuah kampung nelayan. Dia menyapa setiap orang yang ada di sana, dan sempat menikmati tekwan olahan para istri nelayan setempat.

Anies mengatakan, pemerintah era selanjutnya akan memastikan ketersediaan solar bagi 1,7 juta nelayan, harga ikan yang layak, dan tempat pelelangan yang higienis.

Kiai Maman mengaku gembira bisa mendampingi Anies saat melawat ke Bengkulu. “Sebuah acara yang betul-betul menggugah kesadaran kita tentang pentingnya memilih pemimpin yang memiliki literasi kebangsaan yang kuat," tuntasnya.

Sebut Pendiri Bangsa Berjuang untuk Kepentingan Bersama, Anies: Bukan untuk Anak-Kemenakan

Halaman: 
Penulis : Iskandar