•  

logo


Soal Cerita Jokowi Minta Kasus e-KTP Disetop, Firli Akui Pimpinan KPK Rentan Diintervensi

Firli mengatakan bahwa jabatan pimpinan KPK rentan dengan intervensi maupun tekanan dari pihak penguasa.

2 Desember 2023 04:55 WIB

Ketua KPK Firli Bahuri
Ketua KPK Firli Bahuri Dok. Jitunews/Khairul

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tersangka kasus pemerasaan sekaligus mantan Ketua KPK Firli Bahuri buka suara terkait pernyataan mantan Ketua KPK periode 2015-2019 Agus Rahardjo yang mengaku diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghentikan kasus korupsi e-KTPyang menjerat Ketua DPR RI Setyo Novantopada tahun 2016 silam.

Firli mengatakan bahwa jabatan pimpinan KPK rentan dengan intervensi maupun tekanan dari pihak penguasa.

"Ya kita menyadari bahwa saya kira setiap pimpinan menghadapi segala tantangan, hambatan, bahkan juga bisa jadi intervensi maupun tekanan," kata Firli usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (1/12/2023).


Soal Cerita Jokowi Minta Kasus E-KTP Disetop, Mahfud Md: Hanya Pak Agus yang Tahu

Oleh karena itu,ia menyebut untuk menjadi pimpinan KPK harus memiliki sifat berani agar tidak mudah diintervensi maupun ditekan pihak penguasa.

"Jangan pernah menjadi pimpinan KPK kalau tidak berani untuk diintervensi, tidak berani untuk melawan tekanan. Rekan-rekan pasti melihat kenapa akhir-akhir ini terjadi mungkin juga ada tekanan atau lainnya," ucap Firli.

Pada kesempatan itu, ia juga mengaku akan menaati proses hukum dalam kasus dugaan pemerasan yang dilakukan kepadanya terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

"Saya ingin menyampaikan kepada rekan-rekan semua saya taat hukum, menjunjung tinggi supremasi hukum. Tentulah kita sadar negara kita taat hukum (rechstaat) dan bukan negara yang berdasarkan kekuasaan (machstaat) dan oleh karena itu saya sungguh berharap mari kita ikuti proses hukum yang sedang berjalan," pungkasnya.

Ganjar Buka Suara soal Isu Jokowi Minta Ketua KPK Setop Kasus Setnov

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati