•  

logo


Ungkit Megawati Pertanyakan Sumbangsih Milenial, Ade Armando: Kurang Memahami

Ade Armando menilai Megawati tak memahami bahwa Indonesia saat ini sangat berharap pada kaum milenial.

27 November 2023 15:40 WIB

Ade Armando
Ade Armando X/adearmando61

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Politikus PSI Ade Armando mengungkit sikap Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mempertanyakan sumbangsih kaum milenial untuk bangsa dan negara.

Ade Armando menilai Megawati tak benar-benar paham bahwa Indonesia saat ini sangat berharap pada kaum milenial. Dia yakin kalangan muda bisa banyak berperan untuk menyejahterakan negeri ini.

“Saya rasa Bu Mega kurang memahami bahwa di masa ini justru kita bisa berharap banyak pada kaum milenial untuk membawa Indonesia menjadi negara yang sejahtera, makmur, dan demokratis,” tulis Ade Armando dalam unggahan X-nya, disitat pada Senin, 27 November 2023.


Ganjar-Mahfud Perpaduan Energi untuk Keunggulan Indonesia, PDIP: Bisa Gaspol

Dalam unggahan tersebut, Ade Armando mengomentari cuplikan video yang memuat pernyataan Megawati saat memberi sambutan dalam peresmian Kantor DPD secara virtual, 28 Oktober 2020 silam.

Kala itu, Megawati Soekarnoputri meminta Presiden Jokowi tak memanjakan generasi muda atau kaum milenial. Dia lantas mempertanyakan apa sumbangsih yang telah diberikan kaum milenial saat ini.

“Saya mau tanya hari ini, apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi seperti kita bisa viral tanpa bertatap langsung, apa sumbangsih kalian untuk bangsa dan negara ini?," kata Megawati.

Kemudian, Megawati mengungkit aksi unjuk rasa yang berujung ricuh dan merusak fasilitas. Dia heran para pendemo bisa berbuat demikian.

"Masa hanya demo saja, nanti saya dibully ini, saya nggak peduli, hanya demo saja ngerusak,” lanjut Presiden ke-5 RI itu.

Pada Oktober 2020, sejumlah elemen menggelar aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Demo diselenggarakan di beberapa kota besar, antara lain Jakarta, Makassar, Surabaya, Yogyakarta, dan Medan.

Pesan Jokowi pada Hari Guru Nasional: Bukan Sekadar Digugu dan Ditiru, Guru Penentu Laju Peradaban Bangsa

Halaman: 
Penulis : Iskandar