•  

logo


Bantah Anies Baswedan, Golkar Sebut IKN Bertujuan Pemerataan Pembangunan

Anies menyebut pembangunan kota baru di tengah-tengah hutan justru menciptakan ketimpangan baru.

22 November 2023 16:58 WIB

Ace Hasan Syadzily
Ace Hasan Syadzily partaigolkar.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Calon presiden Koalisi Perubahan Anies Baswedan melontarkan kritikan soal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Golkar menegaskan bahwa IKN merupakan keputusan negara.

"Harusnya Pak Anies tahu bahwa selama ini ekonomi kita lebih banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa, khususnya di Jakarta," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Rabu (22/11).

Ace mengatakan bahwa daya tampung Jakarta sudah sangat melebihi kapasitas. Menurutnya, pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur untuk mendorong pemerataan pembangunan.


Janji Tingkatkan Indeks Demokrasi, Anies: Jangan Sampai Sebut Indonesia Wakanda dan Konoha

"Pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur ini salah satu tujuannya mendorong pemerataan pembangunan dan konektivitas antarwilayah dapat lebih terjangkau," kata Ace.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengatakan bahwa membangunan kota yang baru tidak menghasilkan pemerataan yang baru. Hal itu menanggapi pertanyaan soal Ibu Kota Nusantara (IKN). Anies menyebut pembangunan kota baru di tengah-tengah hutan justru menciptakan ketimpangan baru.

"Yang IKN tadi, saya numpang jawab statement itu. Ketika tujuan membangun kota baru dan ibu kota baru adalah dengan alasan pemerataan, maka itu tidak menghasilkan pemerataan yang baru," kata Anies dalam acara dialog terbuka Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta, seperti ditayangkan di YouTube tvMu Channel, Rabu (22/11).

Menurutnya, membangun IKN justru bermasalah. Anies menyebut membangun 1 kota di tengah hutan menimbulkan ketimpangan yang baru.

"Membangun 1 kota di tengah hutan itu sesungghnya menimbulkan ketimpangan yang baru. Jadi antara tujuan dengan langkah yang dikerjakan itu nggak nyambung," kata Anies.

Sebut Anies Baswedan Mencla Mencle soal IKN, Demokrat: Mengkonfirmasi Bukan Strategic Leader

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata