•  

logo


Menag Usul Biaya Haji 2024 Rp105 Juta, Tahun Sebelumnya Tak Sebesar Itu

Pemerintah pertimbangkan prinsip efisiensi dan efektivitas dalam menentukan komponen BPIH.

14 November 2023 21:29 WIB

Jemaah haji
Jemaah haji Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Usulan kenaikan biaya haji mengemuka saat Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI pada Senin, 13 November 2023.

Menteri Agama Yaqut Cholil mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada 2024 berada di kisaran Rp105 juta.

Sekadar pembanding, BPIH pada 2023 sebesar Rp90,05 juta. Hanya saja, biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang ditanggung jemaah adalah Rp49,8 juta.


Ogah Cabut Pernyataan Soal Jangan Pilih Pemimipin Mulut Manis, Menag Yaqut: Harus dengan Cara Rasional

Yaqut mengatakan pemerintah telah mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektivitas dalam menentukan komponen BPIH.

“Sehingga penyelenggaraan ibadah haji dapat terlaksana dengan baik, dengan biaya yang wajar," kata Yaqut di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Lantas seperti apa rincian biaya haji 2024?

Usulan nominal BPIH itu dilandasi asumsi nilai tukar kurs dollar terhadap rupiah sekitar Rp16.000. Sementara itu, nilai tukar SAR terhadap rupiah adalah sekitar Rp4.266.

Anggaran itu akan dibagi menjadi dua kompnen yang dibebankan ke jemaah haji dan komponen yang dibebankan pada dana nilai manfaat atau optimalisasi.

Biaya yang diberikan ke jemaah dipakai untuk beberapa keperluan, antara lain:

- Penerbangan

- Akomodasi

- Konsumsi

- Transportasi

- Pelayanan di embarkasi, debarkasi dan imigrasi

- Layanan di Armuzna (Arafah-Muzdalifah-Mina)

- Premi asuransi

- Perlindungan

- Dokumen perjalanan

- Living cost

- Pembinaan jemaah haji

Komponen biaya penerbangan haji sendiri disusun per embarkasi. Sebab, jarak masing-masing embarkasi ke Arab Saudi berbeda.

Sebelumnya, Yaqut mengusulkan pembayaran haji menggunakan skema cicilan. Hal ini bertujuan agar calon jemaah tidak keberatan.

Menag Yaqut ke Santri: Jangan Pilih Pemimpin yang Cengengesan!

Halaman: 
Penulis : Iskandar