•  

logo


Tantowi Yahya: Bilang Laik Terbang, Kok Hercules Jatuh?

Ada fakta lapangan yang menyebutkan jika pesawat Hercules memungut bayaran

4 Juli 2015 00:00 WIB

Pesawat Hercules (Ist)
Pesawat Hercules (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang diwakili oleh Komisi bagian pertahanan berharap bahwa, jatuhnya pesawat milik TNI di Medan haruslah menjadi kejadian terakhir dan tidak boleh terulang. Untuk itu perlu ada pengawasan yang ketat dan transparan terkait perawatan dan regulasi penerbangan TNI.

"Bilangnya layak, namun saat terbang ternyata jatuh. Maka butuh keterbukaan tentang perawatan alutsista," sahut Tantowi Yahya.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu menambahkan, bahwa ada fakta lapangan yang menyebutkan jika pesawat Hercules memungut bayaran dari para penumpang di luar urusan kemiliteran. Atau dengan kata lain, Hercules telah melakukan praktek komersialisasi dan hal tersebut telah berlangsung lama.

Benar, bahwa Hercules memiliki fungsi sosial dalam tugasnya di luar urusan militer. Tantowi memisalkan, Hercules terkadang harus memenuhi tanggung jawab sosial seperti halnya mengangkut masyarakat, pengungsi, dan pengiriman bantuan sosial. Tapi sayangnya penumpang tidak serta merta diangkut begitu saja, tetapi ada bayarannya.

Untuk itu Komisi I merasa penting untuk mengetahui audit perawatan yang dilakukan oleh TNI dari setiap alutsista yang dimilikinya.

"Kerugian terbesar selain kehilangan pesawat, ialah kehilangan perwira terbaik, yang telah lama dipersiapakan untuk digunakan dalam waktu jangka panjang. Tapi malang mereka justru meregang nyawa," jelas politisi Golkar tersebut.

Syarat PCR Memberatkan Masyarakat, NasDem: Digratiskan atau Sama dengan Biaya Tes Antigen

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan