logo


Islam Nusantara Agama Baru? PBNU: Bukan!

Jika ada budaya Indonesia yang bertentangan dengan Islam maka hal itu akan ditolak.

4 Juli 2015 00:00 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj (Ist)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj menegaskan bahwa Islam Nusantara adalah bukan agama baru. Islam Nusantara menurutnya adalah hasil akulturasi sejarah masuknya Islam di Indonesia dengan budaya Indonesia.

Meski adanya akulturasi antara Budaya Indonesia dengan Islam, namun jelas bila ada budaya Indonesia yang bertentangan dengan Islam maka hal itu akan ditolak.

"Meskipun bersikap kompromi terhadap budaya di Nusantara, Islam Nusantara tetap tidak membenarkan adanya sebuah tradisi yang bertentangan dengan syariat Islam," kata Said di Jakarta, Sabtu (4/7).

Said menambahkan, Islam Nusantara juga bukan aliran baru. Islam Nusantara adalah pemikiran yang berlandaskan sejarah Islam masuk ke Indonesia tidak melalui peperangan, tapi kompromi terhadap budaya.

Said menjelaskan, dulu ada tradisi yang melegalkan seks bebas, namun dengan kedatangan Islam maka tradisi itu jadi dihilangkan. Selain itu misalkan, ada juga dulu tradisi masyarakat Indonesia kuno mengenal selametan dengan sesaji, maka ketika Islam masuk traidisi itu diisi dengan pengajian, membaca ayat-ayat Al Quran, dibarengi sedekah.

"Itulah tradisi Islam Nusantara,” jelas Said.

Pemerintah Batal Berangkatkan Haji 2020, Said Aqil: Selayaknya Harus Semakin Cerdas

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex