logo


Jelang Detik Akhir, Freeport Kembali Ajukan Izin Ekspor Konsentrat

Pasalnya, izin ekspor yang diberikan Pemerintah akan segera berakhirnya pada tanggal 25 Juli 2015.

29 Juni 2015 15:51 WIB

 PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali mengajukan permohonan mengenai perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (Ist)
PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali mengajukan permohonan mengenai perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali mengajukan permohonan mengenai perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pasalnya, izin ekspor per enam bulan yang diberikan Pemerintah akan segera berakhirnya pada tanggal 25 Juli 2015 mendatang.

"Kami sudah ajukan permohonannya Kamis Lalu," ungkap Juru Bicara PT Freeport Freeport Indonesia Daisy Primayanti kepada wartawan, Jakarta, Senin (29/6).

Pengajuan permohonan perpanjangan itu diatur dalam Permen ESDM No. 11 Tahun 2014 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pemberian Rekoemndasi Pelaksanaan Penjualan Mineral ke Luar Negeri Hasil Pengolahan dan Pemurnian.


Jalankan Restrukturisasi, Krakatau Steel Ingin Kinerja Kembali Sehat

Di dalam Permen tersebut dinyatakan, bahwa permohonan perpanjangan paling cepat dilakukan selama 45 hari dan paling lambat 30 hari sebelum rekomendasi ekspor berakhir.

Selain itu, dalam peraturan itu juga dimuat terkait ketentuan mengenai syarat yang harus dilengkapi untuk memperoleh perpanjangan izin ekspor, antara lain realisasi pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter). Laporan realisasi progres smelter paling sedikit 60% dari perencanaan maupun penyerapan dana.

Terkait hal itu, Daisy masih belum mau untuk memberitahukan lebih jauh bagaimana kemajuan smelter yang akan dibangun oleh Freeport di Gresik, Jawa Timur.

Seperti diketahui, smelter tersebut rencananya memiliki kapasitas bahan baku mencapai 2 juta ton konsentrat tembaga dengan investasi sebesar US$ 2,3 miliar.

Penjualan dan Produksi Batu Bara PT Bukit Asam Naik 14%

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin