logo


Pasar Murah Artha Graha Resmi Dibuka! Ini Paket Sembako yang Bisa Diborong

Pendiri Artha Graha Grup adalah Tommy Winata

29 Juni 2015 00:00 WIB

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel bersama dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yudi Chrisnandi hari ini meresmikan kick off pasar murah Artha Graha peduli. (Foto : Kemendag.go.id)
Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel bersama dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yudi Chrisnandi hari ini meresmikan kick off pasar murah Artha Graha peduli. (Foto : Kemendag.go.id)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel bersama dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yudi Chrisnandi hari ini meresmikan kick off pasar murah Artha Graha peduli. Acara tersebut juga dihadiri oleh Pendiri Artha Graha Grup Tommy Winata.

Nantinya Pasar Artha Graha akan menjual paket yang berisi 2 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, dan mie instan dengan harga per paketnya Rp 25.000 atau hampir separuhnya di subsidi ke 2.000 titik di seluruh Indonesia. Mekanisme yang diberlakukan adalah penjualan hanya diperuntukan satu keluarga yang hanya boleh membeli satu, serta harus menunjukkan  kartu identitas agar tepat sasaran.

Mendag juga mengatakan, operasi pasar murah seperti yang dilakukan oleh Artha Graha merupakan salah satu menekan laju inflasi yang digagas oleh pihak swasta. Oleh karena itu, dirinya selaku pemerintah sangat mengapresiasi langkah-langkah yang mendukung usaha pemerintah mensejahterakan masyarakat.


Mendag: Tidak Ada Alasan Harga Pangan Naik!

"Paling tidak ini bisa mengendalikan harga, karena titiknya cukup banyak di seluruh Indonesia. Dari tahun ke tahun berkembang tempat lokasi pasarnya, saya kira cukup efektif, tapi bagaimana kita menurunkan harga kebutuhan ke depan ? Yakni dengan mengurangi (panjangnya) supply chain, nah terbukti dengan pasar murah itu kan mengefisiensikan supply chain jadi harga murah," tutur Mendag Senin (29/6), di Lapangan Banteng, Jakarta.

Selain itu, lanjut Mendag, bila peran swasta ditingkatkan lagi, ke depannya masyarakat Indonesia akan menikmati harga barang yang hampir sama dengan di Jakarta. Hal tersebut lantaran saat ini biaya logistik di Indonesia dapat mencapai angka 3x lipat, yang tentu saja mempengaruhi harga barang sehingga terjadi perbedaan yang cukup mencolok.

"Saya percaya dan yakin, kalau ini dikerjakan bersama-sama balik lagi ke dalam falsafah kita yang akan dilakukan secara musyawarah dan gotong royong, maka masalah bangsa ini akan mudah diselesaikan bersama," pungkasnya.

Tiga Pilar Utama Pemerintah Sukseskan Upaya Perang Melawan IUU Fishing

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Christophorus Aji Saputro