logo


Indonesia Timur Diprediksi Memasok Listrik Paling Tinggi

21 Maret 2014 15:18 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pada periode 2013 – 2022 kebutuhan listrik di wilayah Indonesia Timur akan mengalami peningkatan dari 18,5 Tera Watt hour (TWh) pada 2013 menjadi 46 TWh pada 2022. Atau meningkat rata-rata sekitar 11,6 persen per tahunnya. Artinya dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, Indonesia Timur  diprediksi akan mengalami pertumbuhan pasokan listrik tertinggi di Indonesia.

Sementara Jawa dan Bali diperkirakan akan mengalami peningkatan sekitar 7,6 persen per tahun. Dari 144 TWh pada 2013 menjadi 275 TWh pada 2022. Demikian data yang dilansir Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM di Jakarta, Jumat (21/03).

Dirjen Ketenagalistrikan Jarman menyebutkan, justru peningkatan kebutuhan listrik terkecil terjadi di wilayah Sumatera. Kebutuhan listrik hanya sekitar 10,6 persen dari 26,5 TWh menjadi 65,7 TWh.

“Tambahan pembangkit 10 tahun mendatang untuk seluruh Indonesia adalah 59,9 Giga Watt (GW) atau bertambah sekitar 6 GW per tahun,” ungkap Jarman, saat coffee morning di kantornya.

“Yang mendominasi PLTU Batu bara, yakni mencapai 38 GW atau sekitar 63, 8 persen, sementara PLTGU gas dengan kapasitas 5 GW atau 8,4 persen dan PLTG/MG sebesar 3,7 GW atau 6,2 persen,”ujar Jarman.

Jarman menambahkan, untuk energi terbarukan, yang terbesar adalah PLTA sebesar 6,5 GW atau 11,0 persen dari kapasitas total, disusul oleh panas bumi sebesar 6 GW atau 10,2 peren. Sedangkan pembangkit lain sebesar 0,3 W atau 0,5 persen, antara lain berupa pembangkit termal modular, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).


 

PLTGU Belawan Beroperasi, Tapi Listrik Sumbagut Belum Aman

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya