logo


Demokrat Tuding Ketua DPR Aktor dari Pengusulan Dana Aspirasi

Tiga dari 10 fraksi menolak dana aspirasi, bola panas pun kini ada di tagan Presiden Joko Widodo.

24 Juni 2015 00:00 WIB

Ketua DPR Setya Novanto. (Ist)
Ketua DPR Setya Novanto. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Setya Novanto dituding Ruhut Sitompul sebagai otak dari wacana Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP). Ruhut menilai, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu bergerak lihai dikala partainya lengah.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat itu menyatakan bahwa, yang membuat hal ini menjadi ramai tak lain adalah Setya Novato. Ruhut pun lantas memperingati masyarakat untuk berhati-hati dengan dana aspirasi atau UP2DP. 

"Ketua DPR kok kalau kata saya yang bikin ramai. Mungkin ingin curi start, Golkar-nya kan lagi kisruh, ramai, pecah kongsi. Yah dia langsung. Bahaya itu Rp 11,2 triliun," sindir Ruhut di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (24/6).


Minta Kabaintelkam Polri Paulus Waterpauw Jadi Bacalon Wagub Papua, Golkar: Sesuai Aspirasi Masyarakat

Dana sebesar Rp 11,2 triliun yang berasal dari rakyat itu bakal digunakan oleh para anggota dewan dalam membangun daerah pemilihannya masing-masing.

"Ngeri sekali aku. Misbakhun yang kaya raya itu menyebutnya sebagai dana yang kecil. Tapi bagi rakyat? Hati-hati lho," jelas Ruhut.

Para anggota dewan pun diminta 'Poltak' untuk berhati-hati dalam menggunakan uang rakyat tersebut. Dipertegas oleh Ruhut, anggota DPR jangan asal dalam memainkan uang rakyat. Politisi Demokrat itu juga berpesan untuk tidak ada hal yang disembunyikan antar anggota dewan, guna mengakal-akali dana aspirasi.

"Itulah pesan Pak SBY, tak boleh ada istilah TST (Tahu Sama Tahu). Ini APBN, uang rakyat, jangan main-main," tuturnya.

Perkembangan terakhir terkait kesepakatan dana aspirasi, kini tinggal menanti keputusan Presiden Joko Widodo. Tiga diantara 10 fraksi di DPR menunjukan penolakan, sementara tujuh lainnya menyetujui seperti yang terlihat pada saat rapat Baleg. Adalah Fraksi PDIP, NasDem, dan Hanura yang menolak pengadaan dana aspirasi tersebut.

Andi Arief Parodikan Jokowi, NasDem: Jangan Memancing di Air Keruh

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan