logo


Pembangunan Tol Trans Sumatera Masuk Tahap Bikin Gorong-Gorong

Saat ini pembangunan tol sudah mulai tahap pembuatan badan jalan

23 Juni 2015 00:00 WIB

Pembangunan Tol Trans Sumatera Masuk Tahap Bikin Gorong-Gorong. (Ist)
Pembangunan Tol Trans Sumatera Masuk Tahap Bikin Gorong-Gorong. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Bina Marga, Hendiyanto mengatakan bahwa nantinya tol Trans Sumatera akan menjadi jalan tol kelas A. Dirinya mengatakan bahwa saat ini pembangunan tol sudah mulai tahap pembuatan badan jalan, gorong-gorong.

"Trans Sumatera memang kita utamakan Lampung – Kayu Agung – Indralaya ini sudah kerja, Pak Jokowi kemarin sudah kesana. Semua land clearing dulu baru dong baru nanti bangun diatasnya, progressnya sudah naik kok yang tadinya 3 km sekarang 4 km naik 7 km panjang land clearingnya itu. " tuturnya di Jakarta pada Selasa (23/6).

Ia mengatakan Hutama Karya (HKY) sudah masuk perpressnya dan menggandeng yang lain. Ia mengharapkan prosesnya bisa berlangsung lebih cepat  ya pasti kita harapkan lebih cepat daripada kita setelah 4 ruas selesai, HK akan selesaikan apa yang ada terlebih dahulu. Setelah itu rute Binjai-Tebing Tinggi – Pekanbaru – Dumai. Saat ini ada 4 titik itu tidak sendiri-sendiri, jadi dari Bakauheni – Terbanggi besar itu ada 4 front yang mulai dikerjakan.

"Konstruksi sudah dimulai, bikin badan jalan gorong-gorong dll. Tahapan bikin jalan itu bikin badan jalan drainase gorong-gorong jembatan baru nanti naik kelas A nya.  Lahan sambil kerja- lahan sambil kerja, Prosentasenya lebih kecil dari 20% kalau dari total pekerjaan. Kan negosiasi orang harga sepakat bayar tidak gampang tapi ini jauh lebih cepat yang cikopo palimanan aja 6 tahun pembebasannya, ini kita coba 6 bulan," lanjutnya.

Menurutnya apabila dalam prosesnya tidak terganggu maka pembebasan lahan dapat dilakukan tahun ini. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah meminta anggaran Rp 176 triliun sebagai anggaran ideal, namun hal ini harus menanti pengesahan DPR. Apabila anggaran ideal tidak disahkan maka akan berdampak pada molornya proyek-proyek pembangunan yang ditargetkan dapat selesai dalam waktu dekat. Hal ini juga dibutuhkan sinergitas antar lembaga agar program percepatan pembangunan dapat terealisasi.

"Kita rencana memang kebut tahun ini tapi hitungannya bukan harian atau bulanan, mau butuh nafas juga orang itu, betul kendalanya ada di BPN? Tidak, tidak boleh kita ngasih statemen seperti itu, kita bekerja bersama-sama. Kalau ada kendala  itu adalah kendala saya juga, kalau ada yang salah itu berarti salah saya juga jadi saya tidak berhasil mengajak bpn tidak bisa kerja cepat," tutupnya.

Banyak Program Pembangunan Daerah Berbasis Keinginan, Gus Menteri: Harus Kita Rombak!

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan