logo


NasDem : Kerusakan Sudah Parah, Tolak Politik Dinasti

KPU harus mengambil langkah pencegahan dini, dengan menolak calon kepala daerah yang ingin membangun dinasti

23 Juni 2015 00:00 WIB

Anggota komisi III DPR, Akbar Faisal. (Ist)
Anggota komisi III DPR, Akbar Faisal. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Keran politik dinasti berpeluang kembali terbuka, mengingat polemik Surat Edaran Komisi Pemilihan Umum nomor 302/VI/KPU/2015 terus berlanjut. Surat edaran yang terbit pada 12 Juni minggu lalu tersebut, bukan tidak mungkin politik dinasti bisa terlahir kembali.

Menariknya, Komisi II dan KPU sesungguhnya telah sepakat untuk mencegah praktik politik dinasti. Kesepakatan tersebt juga bisa dilihat dari pembahasan rancangan undang-undang tentang pemilihan kepala daerah tahun 2014 lalu.

"Ya surat itu akal-akalan. Harusnya KPU paham betul semangat yang kami usung saat membahas RUU Pilkada, yakni mencegah terjadinya politik dinasti," kata Anggota Komisi III DPR Akbar Faisal lantang kepada awak media, Selasa (23/6).


Soal Presiden 3 Periode, Surya Paloh: Kenapa Enggak

KPU seharusnya, kata Akbar, sudah bisa melihat parahnya kerusakan yang terjadi akibat politik dinasti. Politisi NasDem itu pun menyebutkan kalau, di beberapa daerah pimpinan eksekutif dan legislatif dijabat oleh pribadi yang saling memiliki hubungan kekerabatan. Parahnya, jabatan kepala daerah justru seperti diwariskan dari kakek, keponakan, adik, dan seterusnya.

"Kerusakannya sudah sangat parah. Tapi sayang masyarakat kita belum berani mengambil langkah ekstrim. Mereka pun tak memiliki banyak akses ke pembuat undang-undang," tambah Akbar.

Akbar pun menegaskan bahwa, salah satu jalan mematikan politik dinasti hanyalah lewat KPU dan Kementerian Dalam Negeri. KPU harus mengambil langkah pencegahan dini, dengan menolak calon kepala daerah yang terindikasi ingin membangun dinasti politik. 

"Negara harus berani bersikap bahwa kerusakan akibat politik dinasti sudah parah. KPU juga jangan malah menerjemahkan dengan caranya sendiri. Sudah saatnya KPU berani menolak," jelasnya . 

Jokowi Sebut Pengusul Presiden Jadi 3 Periode Ingin Tampar Dirinya, NasDem: "Nggak Usah Baper Pak"

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan