logo


Agung Endus Audit KPU Beraroma Politik

Agung menilai, jika memang KPU melakukan kesalahan, mengapa baru sekarang dipermasalahkan

23 Juni 2015 00:00 WIB

Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono. (Ist)
Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru-baru ini diminta oleh Komisi II DPR RI untuk menjalankan rekomendasi BPK, terkait temuan atas pelaksanaan Pemilu 2014. Mengetahui hal tersebut, Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono menganggap hal tersebut penuh nuansa politik.

"Kaya ada aroma politis dan kriminalisasi. JIka memang salah, mengapak baru sekarang dipermasalahkannya. Ini seperti ada yang menekan," sahut Agung di kantor DPP Golkar Jl Anggrek Nelly Murni, Slipi, usai melakukan buka bersama dengan anak yatim dan warga sekitar pada, Senin (22/6) malam.

Agung melihat bahwa Komisi II seperti sedang melakukan tekanan terhadap KPU. Sebagai ketua Komisi II, Agung menambahkan, Rambe Kamarulzaman disinyalir sedang melakukan langkah-langkah dengan tujuan menunda pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang.


Harun Masiku Jadi Buronan, Andi Arief: Cuma Hasto yang Bisa Menemukannya

"Mereka (Komisi II) meminta revisi PKPU. Kami sampaikan kepada KPU, jika kalian yakin benar, maka jalan saja terus. Tak perlu ada yang dikhawatirkan," jelas Agung.

Tentang rekomendasi BPK, Agung menilai bahwa rekomendasi sudah sepatutnya dijalankan oleh lembaga negara, termasuk KPU. Asalkan jangan ada kepentingan di balik rekomendasi tersebut.

"Jangan momentum ini justru dimanfaatkan oleh kepentingan politik. Masih banyak pekerjaan lain yang seharusnya dilakukan," pungkas Agung.

Sementara itu dalam rapat antara Komisi II dengan KPU dan Bawaslu, Senin (22/6) sore, Golkar melalui kadernya Jhon Kennedy Aziz, meminta agar KPU bisa menunda Pilkada. Loyalis Aburizal Bakrie (Ical) itu menilai bahwa KPU harus melaksanakan rekomendasi BPK secepatnya sebelum proses persiapan Pilkada dilanjutkan.

Tak Mau Ikut Campur Kasus Wahyu Setiawan dan Harun Masiku, PDIP: Itu Personal Masing-masing

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan