•  

logo


Heboh Transaksi Rp300 T di Kemenkeu, Ustaz Hilmi: PR Besar Penguasa Jadikan Sektor Pajak & Bea Cukai "Tak Basah"

Ustaz Hilmi tertarik menantikan program pencegahan korupsi dari kandidat presiden.

8 Maret 2023 18:25 WIB

Ustaz Hilmi Firdausi
Ustaz Hilmi Firdausi twitter.com/hilmi28

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pendakwah muda, Ustaz Hilmi Firdausi menilai pemimpin Indonesia di masa depan punya pekerjaan rumah (PR) yang tak mudah. Salah satunya adalah menutup celah korupsi di sektor perpajakan dan bea cukai.

Hal itu disampaikan seiring mencuatnya kabar mengenai transaksi mencurigakan sebesar Rp300 triliun yang sebagian besar berada di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“PR besar siapa pun yang berkuasa adalah menjadikan sektor Pajak & Bea Cukai tidak lagi basah,” tulisnya via akun Twitter @hilmi28, disitat Rabu (8/3).


Terbukti Lakukan Pelanggaran Disiplin Berat, Menkeu Sri Mulyani Setujui Rafael Alun Trisambodo Dipecat dari ASN

Ustaz Hilmi sangat tertarik menantikan program kerja yang ditawarkan kandidat presiden kepada rakyat, terutama terkait sistem pencegahan korupsi.

“Ayo para capres, nanti pas pemaparan program kerja, ditunggu ya sistem yang bisa buat 2 sektor itu mengering. Indonesia hebat tanpa korupsi,” tuntasnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan ada transaksi mencurigakan senilai Rp300 triliun di lingkup Kemenkeu. Sebagian besar transaksi itu berada di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai.

"Saya sudah dapat laporan yang pagi tadi, terbaru malah ada pergerakan mencurigakan sebesar Rp300 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan, yang sebagian besar ada di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai," ujar Mahfud di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (8/3), melansir cnnindonesia.com.

Transaksi janggal senilai Rp300 triliun ini dipastikan berbeda dengan transaksi dari rekening eks pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo beserta anggota keluarganya sebesar Rp500 miliar.

Ungkap Transaksi Mencurigakan Rp300 Triliun di Kemenkeu, Mahfud Md: Harus Dilacak!

Halaman: 
Penulis : Iskandar