•  

logo


Delegasi Tim Kemanusiaan RI Kembali Ke Tanah Air, Menko PMK: Diplomasi Kemanusiaan Turki-Suriah Terlaksana dengan Baik

Menko PMK mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota tim INASAR atas seluruh dedikasi dan pengorbanan yang diberikan para anggota dalam membantu korban gempa Turki-Suriah.

25 Februari 2023 04:18 WIB

Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan salam dan ucapan terimakasih kepada delegasi tim kemanusian RI yang telah membantu korban gempa Turki-Suriah
Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan salam dan ucapan terimakasih kepada delegasi tim kemanusian RI yang telah membantu korban gempa Turki-Suriah Humas Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM -Delegasi Tim Kemanusiaan Republik Indonesia yang menyalurkan bantuan kemanusian untuk korban Gempa Bumi Turki-Suriah kembali ke Tanah Air. Rombongan tiba dengan selamat di Bandara Halim Perdana Kusuma pada hari Jumat (24/02/2023), pukul 14.35 WIB. Perjalanan menempuh waktu selama kurang lebih 12 jam.

Rombongan yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy beserta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan jajaran delegasi kementerian dan lembaga menumpangi pesawat Garuda Indonesia GA-7990.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Duta Besar Ad Interim Turki Omer Orhun Celikkol, Kepala BASARNAS Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, dan disambut oleh jajaran BNPB, BASARNAS, TNI-Polri. Dubes Turki menyambut dan memberikan karangan bunga mawar kepada Menko PMK Muhadjir Effendy.


Jenazah Pemain Sayap Ghana, Christian Atsu, Ditemukan di Bawah Reruntuhan Apartemen di Turki

"Alhamdulillah, tim yang melakukan tugas kemanusiaan ke Turki dan Suriah telah datang ke Tanah Air dengan selamat dan menjalankan misinya dengan sangat baik," ujar Menko PMK saat menyampaikan amanat dalam Apel Kepulangan Delegasi Tim Bantuan Kemanusiaan Turki-Suriah, di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta.

Dihadapan Duta Besar Ad Interim Turki Omer Orhun Celikkol, Menko PMK menyampaikan ucapan terima kasih dari Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Turki dan seluruh Rakyat Turki yang telah menyambut dengan sangat hangat sehingga kita bisa melaksanakan tugas dengan baik.

"Mudah-mudahan apa yang telah kita lakukan betul-betul bermanfaat dan meringankan beban seluruh Rakyat Turki. Sehingga rakyat Turki bisa segera keluar dari penderitaan, bisa bangkit kembali, dan menjadi bangsa yang lebih kuat lebih besar setelah itu," ungkapnya.

Kepulangan Tim Bantuan Kemanusiaan RI juga dibarengi dengan pulangnya Tim Indonesia Search and Rescue (INASAR) dari BASARNAS. Sebanyak kurang lebih 50 orang telah bertugas dalam membantu pencarian korban gempa dan penanganan korban di Kota Antakya, Provinsi Hatay, Turki, sejak 12 Februari 2023.

Menko PMK juga memberikan salaman hangat dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota tim INASAR atas seluruh dedikasi dan pengorbanan yang diberikan para anggota dalam membantu korban gempa Turki-Suriah.

Dia juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah mendukung diplomasi kemanusiaan, yaitu BNPB, BASARNAS, Kemhan, jajaran TNI AU, AD, AL, Polri, Kemenkes dalam dukungan sektor medis, Kemenkeu yang memastikan seluruh pembiayaan terpenuhi, dan juga organisasi volunteer.

"Kepada seluruh anggota tim yang memberikan pengabdian terbaiknya, saya ucapkan banyak-banyak terima kasih," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan, penyaluran bantuan kemanusiaan seberat 80 ton untuk Turki, dan seberat 78 ton untuk Suriah berjalan dengan lancar dan aman.

Kepala BNPB menerangkan, kepulangan sejumlah 50 orang Tim INASAR dikarenakan Pemerintah Turki sudah menghentikan proses pencarian pertolongan dan evakuasi.

Dilanjutkannya, Tim Kemanusiaan dari Indonesia yang masih menetap di Turki adalah tim kesehatan sejumlah 119 orang, ditambah 1 Pesawat Hecules TNI AU yang masih diminta oleh Pemerintah Turki untuk melaksanakan tugas pencarian.

"Untuk tim kesehatan sementara diperpanjang sampai 28 Februari 2023, kemudian Pesawat Hercules sementara akan melaksanakan tugas sampai 2 Maret 2023," ungkapnya.

Menko Muhadjir mengatakan, hasil dari diplomasi kemanusiaan yang telah dilakukan akan segera ditindaklanjuti dan akan dijadikan untuk rujukan dalam agenda bantuan kemanusian lanjutan. Di antaranya adalah untuk bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa, dan juga bantuan obat-obatan, vaksin, dan serum tetanus yang diperlukan pasca bencana.

"Akan segera kita tindaklanjuti hal yang kita dapat selama diplomasi kemanusiaan. Seluruh tim telah bertemu dengan beberapa pejabat di Turki yang akan kita jadikan agenda berikutnya. Intinya kita akan berikan dukungan kepada Rakyat Turki semaksimal mungkin," tutur Muhadjir.

Turki Minta UKraina dan Rusia Segera Lanjutkan Negosiasi Damai untuk Akhiri Perang

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati