logo


Puan Duduki Peringkat Teratas Untuk Direshuffle

Puan lebih banyak dikenal masyarakat sebagai anaknya Megawati, bukan pada kapasitasnya dan kualitasnya.

22 Juni 2015 00:00 WIB

Puan Maharani. (Ist)
Puan Maharani. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) telah melakukan survei kepada para profesional Jakarta terkait kinerja menteri. Hasilnya menempatkan Menteri Sofyan Djalil yang bernilai paling rendah.

Seorang Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, kondisi perekonomian Indonesia yang labil adalah alasan mengapa Menko Perekonomian memiliki nilai yang paling rendah.

"Kalangan profesional didominasi oleh para kelas menengah yang paham akan perekonomian. Ada kekhawatiran oleh mereka akan mahalnya kebutuhan pokok, bbm, dan biaya berobat," terang Satrio di Kedai Kopi, Menteng Jakarta Pusat, Minggu (21/6).


Bagaimana Jika Puan Maharani Terpilih Jadi Presiden? Puan Akan Tercatat Sebagai Satu-satunya...

Dalam survei untuk keseluruhan menteri, nama Puan Maharani menduduki peringkat teratas untuk diganti. Statusnya sebagai anak mantan Presiden Megawati adalah sebuah sentimen tersendiri bagi masyarakat profesional Jakarta.

"Publik lebih mengenal Puan sebagai anaknya Mega, bukan kepada kualitas yang dimilikinya," sahut Satrio menjelaskan hasil surveinya.

Survei sendiri dilakukan kepada 250 responden yang memiliki karakteristik sebagai profesional dengan posisi minimal asisten manajer. Lokasi responden sendiri disekitaran wilayah segi tiga mas Jakarta, pada wilayah Kuningan, Thamrin dan Sudirman. Adapun penghasil para responden berkisar antara Rp 5 juta per bulan. Survei menggunakan metode purposive sampling tanggal 26 Mei sampai 3 Juni 2015.

Dalam survei tersebut menyebutkan, setidaknya ada empat pos menteri yang memiliki nilai terendah atas kinerjanya.

"Empat nama itu adalah Yasonna Laoly (Menkum HAM), Sofyan Djalil (Menko Perekonomian), Sudirman Said (Menteri ESDM), Puan Maharani (Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan)," pungkas Hendri Satrio.

Tak Kenal Oposisi atau Bukan, Pengamat Sebut Dua Partai Ini Selalu Dapat Jatah Kursi Menteri

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan