logo


Waspada, Mereka Adalah Musuh Bebuyutan Si Buah Nona! Siapa Saja?

Jika serangan cukup fatal, lakukan penyemprotan insektisida sesuai dosis anjuran kemasan

22 Juni 2015 10:04 WIB

Istimewa
Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Srikaya jumbo atau Annona squamosa L. merupakan salah satu buah eksotis yang saat ini tengah banyak dibudidayakan petani buah dan kolektor tanaman buah di Indonesia. Sejatinya, srikaya jumbo, berasal dari Amerika Latin yang kemudian banyak dibudidaya di Australia dan menyusul juga dikembangkan di Thailand. Srikaya jumbo baru masuk ke Indonesia dibawa oleh penangkar bibit Prakoso Heryono dari Thailand ke Demak, Jawa Tengah sekitar tahun 2000.

Keunggulan. Selain ukurannya yang lebih besar, srikaya jumbo memiliki rasa yang sangat manis dengan tingkat kemanisan 14 briks, daging buah warna putih yang lembut, tebal, tidak becek, harum serta berbiji sekitar 18 butir. Berbeda dengan srikaya lokal yang rasanya lebih asam dan banyak memiliki biji (sekitar 52 butir).  Selain itu, srikaya jumbo memiliki tajuk tanaman yang kokoh dan lebih besar dan buahnya tidak diselimuti bedak (tepung putih) seperti srikaya lokal. Buah srikaya jumbo juga tidak bergelombang (lebih rata) dan memiliki daun yang lebih besar seperti daun alpukat. 

Beberapa keunggulan tersebut layak kiranya bila srikaya jumbo dijadikan salah satu tanaman buah untuk dibudidaya. Selain untuk keperluan budidaya, srikaya jumbo ini juga kerap dijadikan tanaman penghias halaman rumah hingga bisa ditanam dalam tabulampot (tanaman buah dalam pot).


Bali Bakal Menggelar Festival Manggis, Catat Tanggal Mainnya Ya!

Nah, bagi Anda yang tertarik membudidayakan buah ini, atau mungkin Anda sudah terjun menggeluti usaha budidaya si buah nona ini, Anda patut waspada akan kehadiran hama dan penyakit yang kerap menyerang kebun srikaya Anda. Apa saja? Berikut ulasannya :

Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Halaman: 
Penulis : Riana