logo


Kenapa Bisa Rugi, Komisi II Minta Penjelasan KPU

Komisi II juga akan membaas tentang munculnya ketidakpercayaan kepada KPU dalam menggelar Pemilu.

19 Juni 2015 00:00 WIB

Ketua Komisi II DPR, Rambe Kamarul Zaman. (Ist)
Ketua Komisi II DPR, Rambe Kamarul Zaman. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kerugian negara dalam pelaksanaan Pemilu 2014 sebesar Rp 34 miliar, bakal dibahas oleh Komisi II DPR guna menanggapi hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut. Adalah Rambe Kamarul Zaman, selaku Ketua Komisi II DPR yang menjanjikan bakal segera membahasnya.

"Kami akan serahkan hasil pembahasan kepada KPU selain Komisi II. Hari senin nanti, Komisi II dan KPU sudah dijadwalkan akan bertemu membicarakan hal tersebut," kata Rambe di DPR, Senayan.

Pertemuan bakal membahas secara mendalam tentang hasil temuan BPK, yang menyebutkan jika negara telah dirugikan sebesar Rp 43 miliar. Komisi II pun ingin mengkonfirmasikan tentang kecerobohan yang dilakukan KPU.


Tak Mau Ikut Campur Kasus Wahyu Setiawan dan Harun Masiku, PDIP: Itu Personal Masing-masing

Rencananya dalam pertemuan dengan Komisi Pemilihan Umum, Komisi II akan mengonfirmasi mengenai kecerobohan yang dilakukan KPU tersebut. Hasil temuan BPK akan dibahas secara mendalam.

"Ini kan di 2014 dengan penggunaan anggaran 2013-2014. Dengan kerugian negara Rp 34 miliar tersebut apa-apa saja penggunaan dana, perjalanan fikif, dan lain-lain," ungkapnya.

Komisi II dan KPU juga akan mendalami unsur-unsur yang kini muncul tentang ketidakyakinan atas kerja KPU menyangkut penyelenggaraan pesta politik yang bertajuk pemilu. "Sampai ketidakyaknian atas administrasi penggunaan ini, sampai 29 miliar. Ini akan kita tindak lanjuti," pungkasnya.

Tak Terima dengan Pemberitaan Media, PDIP: Kami Dirugikan Kami Dipojokkan

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan