logo


Pemilu 2014 Rugi Rp 34 M, Komisi II Pelototi Pilkada

Komisi II juga akan meminta klarifikasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait data temuan BPK.

19 Juni 2015 00:00 WIB

Istimewa
Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tak tanggung-tanggung, negara harus merugi sebesar Rp 34 miliar saat penyelenggaraan Pemilu 2014. Indikasi kerugian negara tersebut ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Atas temuan BPK tersebut, Ketua komisi II DPR Rambe Kamarulzaman pun berjanji bakal segera mengevaluasi pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Selain bakal mengevaluasi, Komisi II juga akan meminta klarifikasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait data temuan BPK tersebut.

Hasil penelusuran BPK tersebut, Komisi II DPR pun berjanji bakal lebih ketat mengawasi serta memantau penyelenggaraan Pilkada serentak 9 esember mendatang.


Harun Masiku Jadi Buronan, Andi Arief: Cuma Hasto yang Bisa Menemukannya

"Rencana selanjutnya ialah meminta BPK atas audit preliminary atas pelaksanaan Pemilu serentak tanggal 9 Desember nanti," tambah Rambe di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6).

Rambe menyampaikan bahwa persiapan beberapa daerah sejauh ini terlhat cukip matang dalam menggelar Pilkada. Meski demikian, Komisi II DPR tetap merasa perlu memantau penggunaan anggaran yang dipakai KPU dalam pesta politik pemilihan kepala daerah serentak.

"Tadi, Aziz Syamsuddin menyebut biaya pengamanan. Kita akan melaksanakannya dengan dibantu pihak Kepolisian, KPU, Mendagri, mulai tanggal 24. Sudah kita jadwalkan seperti itu," pungkasnya.

 

Tak Mau Ikut Campur Kasus Wahyu Setiawan dan Harun Masiku, PDIP: Itu Personal Masing-masing

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan