•  

logo


Turki Bakal Ijinkan Swedia Gabung NATO, Tapi Ada Syaratnya

Menlu Turki mengatakan bahwa pihaknya akan memberi ijin bagi Swedia untuk bergabung dengan NATO jika Swedia sudah memenuhi kesepakatan yang sudah mereka tanda-tangani sebelumnya

31 Januari 2023 23:24 WIB

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, pada Selasa (31/1) menegaskan bahwa Turki tidak akan mengijinkan Swedia untuk bergabung menjadi anggota NATO kecuali sudah memenuhi kesepakatan dengan Turki.

“Jika suatu hari nanti Swedia memenuhi kewajibannya, maka kami akan duduk (di meja perundingan) dan mengkajinya. Tapi saat ini, tidak mungkin bagi kami untuk mengatakan 'ya' pada permohonan Swedia dalam kondisi saat ini,” kata Mevlut Cavusoglu dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto di Budapest.

Cavusoglu menambahkan bahwa Turki saat ini sudah memutuskan untuk menunda pertemuan tripartit dengan Finlandia dan Swedia yang dijadwalkan pada Februari 2023 di Brussel.


Tentara Rusia Bakal Diberi Hadiah jika Berhasil Rebut atau Hancurkan Tank Kiriman NATO untuk Ukraina

Indikasi terkait penundaan pemberian ijin dari pemerintah Turki terhadap permohonan keanggotaan Swedia dalam aliansi NATO pertama kali muncul pada awal pekan kemarin, beberapa hari setelah digelarnya aksi demonstrasi anti-pemerintah Turki di Swedia oleh simpatisan Partai Pekerja Kurdi, sebuah kelompok yang dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh Turki, serta aksi pembakaran Al Qur'an yang dilakukan oleh tokoh politik sayap kanan Swedia-Denmark, Rasmus Paludan, di depan kantor kedubes Turki di Stockholm.

Szijjarto mengecam aksi pembakaran Al Quran tersebut, dengan mengatakan: "Sebagai umat Kristiani, sebagai seorang Kristen Katolik yang taat, membakar dan menghina kitab suci agama lain sama sekali tidak dapat diterima."

"Saya minta maaf, tetapi menyebut pembakaran kitab suci agama lain sebagai kebebasan (berekspresi) adalah omong kosong," tambahnya.

Swedia dan Finlandia secara resmi mendaftar untuk bergabung dengan NATO Mei lalu, sebuah keputusan yang dipicu oleh perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari 2022.

Di bawah memorandum yang ditandatangani pada Juni 2022 lalu, Swedia, dan Finlandia berjanji mengambil langkah-langkah melawan teroris, untuk mendapatkan ijin dari Turki untuk bergabung menjadi anggota aliansi NATO.

Dalam perjanjian tersebut, Swedia dan Finlandia setuju antara lain untuk tidak memberikan dukungan kepada kelompok teroris seperti PKK, dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO). Selain itu, Swedia dan Finlandia juga harus mengekstradisi beberapa tersangka kasus terorisme ke Turki.

Polandia Bersedia Kirim Jet Tempur F-16 ke Ukraina, Asalkan...

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia