•  

logo


Pembangunan Museum Budaya Saintek Bengawan Solo Dikebut, Bakal jadi Pusat Ilmu Anak Muda

Pembangunan ditargetkan rampung pada September 2024.

26 Januari 2023 09:45 WIB

Gibran Rakabuming Raka dan CEO Mayapada Group, Tahir
Gibran Rakabuming Raka dan CEO Mayapada Group, Tahir Dok. Prokompim Kota Surakarta

SOLO, JITUNEWS.COM — Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan Kota Solo sedang mengebut pembangunan, sehingga ke depannya akan banyak kolaborasi antara investor dan CSR.

Hal itu disampaikan dalam acara Groundbreaking Museum Budaya, Sains dan Teknologi, Bengawan Solo pada Rabu (25/1/2023).

Diketahui, tempat ini terdiri atas museum budaya, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan dasar, museum teknologi, serta museum astronomi dan antariksa. Selain itu, museum ini juga dilengkapi dengan pusat riset, perkuliahan, dan diskusi ilmiah untuk seluruh masyarakat.


MoU Pengelolaan Sudah Diteken, Gibran Pastikan Masjid Sheikh Zayed Segera Dibuka untuk Umum

Museum Budaya, Sains dan Teknologi, Bengawan Solo akan dibangun di atas lahan seluas 5 ha milik Perusahaan Umum Daerah Pedaringan dengan menggunakan dana hibah dari Tahir Foundation.

Gibran berpesan agar "Solo" dicantumkan dalam penamaan kawasan potensial, seperti pada museum tersebut.

"Perkembangan yang luar biasa sekali, fisik kita kebut semua, tapi mungkin satu catatan saja terkait penamaan Museum Budaya, Sains, dan Teknologi, Bengawan Solo. Saya orangnya simple-simple saja. Nanti kita pikir lagi untuk penamaannya," kata Gibran.

"Kalau saya sih pengen simple dan tetap membawa branding Solo seperti Solo Technopark, Solo Safari. Jadi branding Solonya harus ada," sambungnya.

Sementara itu, CEO Mayapada Group, Tahir menyampaikan perjalanan hidup, dedikasi, dan motivasinya mendorong masyarakat Indonesia untuk memperbaiki nasib.

“Hidup itu sangat punya makna, usia dan umur berbeda. Mungkin usia saya 71 tahun ini tapi umur tergantung. Jika sumbangsih dan pekerjaan kita banyak. Usia tidak dapat berubah, namun umur dapat berubah,” ujar Tahir.

Adapun pembangunan museum ditargetkan selesai pada September 2024 dan diharapkan bisa menjadikan Kota Solo sebagai salah satu pusat budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi di Indonesia dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas menyongsong era globalisasi.

Sambut Baik Konser Deep Purple-God Bless, Gibran Ingin Event di Solo Terus Mengalir

Halaman: 
Penulis : Iskandar