•  

logo


Manfaatkan Internet of Things, China Bisa Mata-matai Warga Inggris lewat Alat Rumah Tangga

Sebuah laporan menyebut jika microchip yang tertanam dalam perangkat internet of things dapat digunakan untuk melakukan tindak spionase

25 Januari 2023 23:10 WIB

Ilustrasi Internet of Things
Ilustrasi Internet of Things istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Microchip buatan China yang disematkan di dalam perangkat internet of things (IoT) seperti lemari es pintar, mobil, dan televisi memungkinkan Beijing untuk memata-matai warga Inggris. Hal itu disampaikan oleh sebuah laporan dari wadah pemikir OODA yang diterbitkan pada hari Senin (23/1) dan dilihat oleh media Inggris, The Telegraph.

Laporan tersebut menuduh bahwa ancaman dari komponen buatan China, yang disebut IoT seluler, lebih besar daripada yang ditimbulkan oleh komponen 5G Huawei buatan China. Pemerintah Inggris sendiri sudah memutuskan untuk menghentikan penggunaan perangkat Huawei pada jaringan 5G Inggris pada tahun 2027, di bawah tekanan berat AS.

Modul 'kuda Troya' ini ditemukan di setiap perangkat yang terhubung ke Internet of Things, mulai dari laptop dan jam tangan pintar hingga mobil, lemari es, meteran pintar, kamera bel pintu, mesin pembayaran kartu kredit, bahkan bola lampu. Microchip yang tertanam dirancang untuk mengumpulkan data penggunaan dan mengirimkannya kembali ke pabrikan menggunakan jaringan 5G, dan dapat menghasilkan gambaran yang terperinci tentang informasi pengguna, komunitas, atau seluruh industri.


Rusia Tak Segan Gunakan Senjata Nuklir untuk Menangkan Konflik Ukraina, NATO: Tidak Bertanggung Jawab

Menurut laporan tersebut, perusahaan China yang mendominasi industri teknologi harus menyerahkan data itu kepada pemerintah China jika diminta. Data yang begitu banyak dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengawasi sumber-sumber intelijen potensial atau VIP lainnya, menunjukkan dengan tepat siapa yang menangani informasi sensitif dan kemungkinan alat tersebut dapat digunakan untuk tujuan pemerasan atau penyuapan.

“Data yang dihasilkan oleh logistik otomatis, manufaktur, dan sistem transportasi...dapat menjadi sangat berharga sebagai sarana untuk memastikan bahwa kepentingan ekonomi pemegang lebih makmur dibandingkan kepentingan pesaing,” kata laporan tersebut.

Penulis laporan tersebut, yang merupakan penasihat veteran China-Inggris Charles Parton, mendesak London untuk tidak mengizinkan China memonopoli perangkat tersebut. Namun, 54% IoT seluler dunia telah diproduksi oleh tiga perusahaan China. Dia menekankan bahwa lembaga pemerintah dan perusahaan yang beroperasi di sektor sensitif seperti pertahanan harus mengaudit perangkat mereka pada akhir tahun 2025 dan mengganti perangkat yang rentan. Ia memperingatkan bahwa jutaan unit spionase potensial telah digunakan di Inggris.

Sementara itu, Beijing telah menolak klaim tersebut, dan menyebutnya sebagai "manipulasi politik". Beijing memperingatkan bahwa melarang perusahaan China dari pasar Inggris tidak hanya akan "secara serius merusak aturan perdagangan internasional," tetapi juga "memecah pasar global dan menyabotase keamanan dan stabilitas industri global dan rantai pasokan."

AS Berencana Kirim Tank M1 Abrams ke Ukraina, Dubes Rusia: Akan Dihancurkan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia