•  

logo


Viral Video Cak Nun Sebut Jokowi Seperti Firaun, PSI: Ia Merendahkan Dirinya Sendiri

PSI sebut apapun kekurangan Jokowi tidak pantas disebut seperti Firaun.

17 Januari 2023 11:21 WIB

Guntur Romli
Guntur Romli twitter.com/GunRomli

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus PSI Guntur Romli buka suara terkait viralnya potongan video yang memperlihatkan budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun menyebut Presiden Joko Widodo seperti Firaun. Menurutnya, apapun kekurangan Jokowi tidak pantas disebut seperti Firaun.

"Jika ada kekurangan di Jokowi, tidak sampe layak dihina seperti Firaun, jika ada kelebihan Emha Ainun Najib enggak sampe level Nabi Musa & Sabrang seperti Nabi Harun," cuit Guntur dalam akun Twitternya @GunRomli yang dilihat Jitunews.com, Selasa (17/1/2023).

Guntur Romli justru menilai Cak Nun tengah meninggikan Jokowi dan merendahkan dirinya sendiri.


PSI Ngaku 'Adik PDIP', Bambang Pacul: Mereka Punya AD/ART Sendiri Artinya Berdaulat!

"Hanya kesombongan & ketakaburan yang mengatakan itu. Cak Nun sedang meninggikan Jokowi & merendahkan dirinya sendiri," ujarnya.

Diketahui, potongan video ceramah Cak Nun yang menyebut Jokowi sebagai Firaun tersebar di media sosial. Awalnya, Cak Nun menyinggung soal Pemilu 2024.

"Hasil pemilu mencerminkan tingkat kedewasaan dan tidak rakyatnya. Betul tidak. Bahkan juga algoritma pemilu 2024. Kan, enggak mungkin menang, wis sa ono sing menang saiki," kata Cak Nun dalam potongan video tersebut.

Tidak hanya menyebut Jokowi sebagai Firaun, ia juga menyebut Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Haman. Ia menyebut sistem dan instrumen politik di Indonesia sudah dipegang oleh Firaun, Qorun, dan Haman.

"Karena Indonesia dikuasai oleh Firaun yang namanya Jokowi, oleh Qorun yang namanya Anthony Salim dan 10 naga. Terus Haman yang namanya Luhut," ujar Cak Nun.

"Negara kita sesempurna dicekel oleh Firaun, Haman, dan Qorun. Itu seluruh sistemnya, seluruh perangkatnya, semua alat-alat politiknya sudah dipegang mereka semua. Dari uangnya, sistemnya, sampai otoritasnya, sampai apapun," sambungnya.

PSI Minta Maaf Usai Dukung Ganjar Capres 2024, PDIP: Otoritas Partai Jadi Kata Kunci

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati