•  

logo


Harga Gas Alam Dunia Belum Stabil hingga Beberapa Tahun Mendatang

Menteri Energi Qatar mengatakan bahwa Eropa nantinya harus kembali membeli gas alam dari Rusia karena meningkatnya permintaan ditengah menurunnya pasokan dari wilayah lain

15 Januari 2023 20:01 WIB

Ilustrasi api kompor gas
Ilustrasi api kompor gas istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Energi Qatar, Saad Al Kaabi, memprediksi bahwa harga gas alam di pasar global selama beberapa tahun ke depan masih tidak stabil, karena meningkatnya jumlah permintaan ditengah menurunnya pasokan.

Hal itu ia sampaikan dalam konferensi Dewan Atlantik di Abu Dhabi pada Sabtu (14/1).

Menurut Al Kaabi, meskipun terjadi penurunan harga gas Eropa saat ini, sebagian besar karena cuaca yang mulai menghangat menjelang musim semi. Namun, wilayah tersebut kemungkinan masih akan berjuang untuk mengisi kembali cadangan gas alam untuk musim dingin berikutnya mengingat kurangnya pasokan dari Rusia.


Anggota Parlemen Hungaria: Gas Rusia Tidak Tergantikan

“Ini akan menjadi situasi yang tidak stabil untuk beberapa waktu ke depan. Kami membawa banyak gas ke pasar, tetapi itu tidak cukup… Untungnya [Uni Eropa] saat ini tidak memiliki permintaan gas yang sangat tinggi karena cuaca yang lebih hangat. Masalahnya adalah apa yang akan terjadi ketika mereka ingin mengisi kembali penyimpanan mereka di tahun mendatang, ”katanya, dikutip Jitunews dari Russia Today.

Ia menambahkan bahwa dirinya memperkirakan volume gas tambahan kemungkinan tidak akan masuk ke pasar setidaknya hingga tahun 2027.

Al Kaabi percaya bahwa meskipun ada upaya untuk mendiversifikasi pasokan, negara-negara Eropa pada akhirnya akan kembali membeli gas alam Rusia karena kurangnya sumber alternatif.

“Gas Rusia akan kembali ke Eropa ketika Rusia dan UE entah bagaimana berhasil menyelesaikan situasi, meskipun negara-negara [Eropa] kemungkinan besar akan membuat sumber hidrokarbon mereka lebih beragam dan berhenti mengandalkan Rusia 100%... Tapi gas Rusia akan kembali, dalam pandangan saya, ke Eropa, dan itu akan sangat bermanfaat bagi sektor gas dan seluruh pasar Eropa, serta membantu menstabilkan harga, ”ujarnya.

Harga gas di Eropa melonjak tahun lalu menyusul peluncuran operasi militer Rusia di Ukraina dan sanksi Barat selanjutnya terhadap Moskow. Hingga tahun 2022, Rusia merupakan pemasok gas terbesar di kawasan itu. Tapi sekarang pengiriman sangat berkurang dan situasinya semakin diperburuk oleh insiden pada bulan September yang membuat pipa Nord Stream 1, rute utama pengiriman gas Rusia, mengalami kerusakan dan tidak dapat dioperasikan.

Seorang Gubernur di Jerman Minta Jalur Pipa Gas Rusia, Nord Stream, Segera Diperbaiki

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia