logo


lnvestor Malas Ikut Proyek Poros Maritimnya Jokowi, Mending Bangun Jalan Tol

Investor berlaku pragmatis dengan mengambil proyek-proyek yang sudah matang

17 Juni 2015 12:48 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Proyek pembangunan infrastruktur merupakan proyek yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Hal ini karena diperlukan kajian-kajian mendalam bagi pra, pengerjaan, dan pasca pengerjaan. Oleh karena itulah saat ini investor hanya meminati proyek infrastruktur yang visibel dan didukung oleh pemerintah.

Mantan Menteri Keuangan sekaligus Presiden Komisioner PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) Chatib Basri mengatakan proyek infrastruktur bukan merupakan proyek yang gampang. Baik dari sisi pengerjaan maupun pendanaan, pemerintah harus lebih pro aktif dalam mendukung pengusaha untuk lebih terlibat dalam proyek-proyek yang menjadi andalan pemerintah.

"Infrastruktur bukan proyek yang gampang, itu jangka panjang. Bidding-nya panjang itu makan waktu, Cipali itu dibangun sejak 8 tahun lalu. Itu saya kasih contoh bahwa prosesnya panjang. karena realitasnya memang sesuatu yang persiapannya panjang," tuturnya di Grand Hyatt, Jakarta pada Rabu (17/6).

Ketika Jitunews.com bertanya mengenai pembangunan sektor infrastruktur laut, dirinya mengatakan saat ini pengusaha hanya mencari proyek yang visibel. Hal ini tidak mengindikasikan bahwa konsep poros maritim dunia tidak laku, melainkan hanya karena investor berlaku pragmatis dengan mengambil proyek-proyek yang sudah matang.

"Pada akhirnya orang akan didorong pada pragmatisme, peraturannya yang ready yang mana? soal jalan tol itu proyeknya sudah ada (pelabuhan baru rencana). Harus dibedakan kesempatan yang ada, karena investor mau buat itu karena cuma itu yang available," lanjutnya.

Resmikan Tol Layang A.P. Pettarani, Menteri Basuki Berharap Perkuat Distribusi Logistik Wilayah Indonesia Timur

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan