logo


Wow! Ternyata Hormon Testosteron Bikin Suara Burung Makin Gacor

Produksi testosteron itu dimulai di kelenjar hipotalamus yang ada di daerah otak

17 Juni 2015 11:56 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM – Berbagai penelitian ilmiah di mancanegara telah banyak meneliti tentang burung kicau dan memiliki hasil yang mayoritas sama, dimana hormon testosterone memiliki banyak manfaat untuk burung kicauan. Baik untuk mendongkrak birahi burung, peningkatan fisik, peningkatan level suara burung hingga menenangkan suasana hati. 

Tetapi tahukah Anda bahwa beberapa peneliti asal Univesitas Johns Hopkin di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat melakukan penelitian yang terbilang unik untuk menguatkan manfaat testosterone pada burung berkicau. Penelitian ini disebut unik karena injeksi testosterone tidak melalui pembuluh darah sebagaimana penelitian sebelumnya. Akan tetapi hormone ini disuntikkan langsung ke otak burung. Objek yang digunakan adalah kenari sekelompok kenari jantan. 

Sebenarnya hipotesis menyuntikkan testosteron ke otak burung sangat masuk akal. Sebab produksi testosteron itu dimulai di kelenjar hipotalamus yang ada di daerah otak. Karena adanya rangsangan tertentu, tubuh burung akan mengaktifkan hipotalamus untuk mengeluarkan zat gonadotropin-releasing hormone (GnRH).


NasDem Minta Pemerintah Perhatikan Petani Ternak Sapi Perah

Setelah dilepas ke dalam aliran darah, maka pembuluh darah membawa GnRH ke kelenjar pituitari. Di kelenjar inilah GnRH akan mengaktifkan kemampuan kelenjar pituitari untuk menghasilkan gonadotropin yang disebut FSH (follicle-stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone) dan memasukkannya ke dalam aliran darah.

Setelah berada dalam aliran darah, FSH dan FH melakukan perjalanan ke testis (burung jantan) atau indung telur (betina). Di dalam testis, kedua hormon akan mengaktifkan sel-sel testis yang disebut leydig untuk mensintesis kolesterol sebagai bahan dasar pembentuk testosteron. Testosteron kemudian dilepas lagi ke dalam aliran darah untuk melakukan tugas-tugas yang telah ditetapkan hipotalamus.

Pada burung betina, sejumlah kecil testosteron diproduksi oleh ovarium. Dalam proses ini, FSH dan LH mengaktifkan sel-sel thecal ovarium. Sel-sel ini juga mampu mensintesis kolesterol dari tubuh menjadi testosteron.

Para peneliti dari Universitas Johns Hopkin melakukan metode jalan pintas, dengan menyuntikkan testosteron pada otak kenari jantan. Mereka membagi beberapa kenari jantan dalam tiga kelompok perlakuan, yaitu menerima suntikan testosteron di daerah preoptik medial, atau medial preoptic nucleus (POM) atau daerah otak yang mengontrol motivasi seksual / birahi pada mahluk hidup, termasuk manusia dan hewan. Selanjutnya menerima suntikan testosteron di seluruh otaknya, dan yang terakhir adalah membiarkan apa adanya, tanpa perlakuan, atau biasa disebut kelompok kontrol.

Dalam riset ini, para peneliti menggunakan kandang artifisial dengan mereplika suasana alam di musim semi. Sebab musim semi di AS merupakan waktu burung kenari berkembang biak. Semua perilaku dan performa suara burung dicatat dalam buku recording.

Hasil penelitian menunjukkan, kenari-kenari jantan dalam Kelompok pertama menerima testosteron di daerah tertentu dari otaknya, maka frekuensi lagunya  meningkat. Hanya saja, kualitas lagu tidak berubah.

Adapun kenari-kenari jantan pada Kelompok kedua yang menerima suntikan testosteron di seluruh otaknya, tidak hanya mengalami peningkatan frekuensi berkicau, namun kualitas kicauannya juga jauh lebih meningkat. Vokalnya dilukiskan sebagai kualitas seorang bintang.

Karena kenari-kenari jantan di Kelompok pertama tidak mengalami perubahan kualitas suara walau suara bertambah gacor, sehingga kurang menarik perhatian burung betina. Lain halnya kenari-kenari jantan di Kelompok kedua, yang mampu memikat burung-burung betina.

Hasil penelitian yang unik ini telah dipublikasikan dalam Jurnal Proceeeding of the National Academy of Sciences (PNAS), dengan kesimpulan akhir bahwa testosteron bisa meningkatkan kegacoran dan kualitas suara burung kenari, juga burung-burung kicauan lainnya. (berbagai sumber)

Jajaki Bisnis Peternakan, Mayjen (Purn) Suharno Belajar Hingga ke Negeri Orang

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Riana
 
×
×