•  

logo


Lebih Penting daripada Ukraina, Senator Partai Republikan Minta AS Kirim Lebih Banyak Senjata ke Taiwan

Senator Partai Republikan berpendapat bahwa Taiwan merupakan salah satu kepentingan nasional AS

7 Desember 2022 21:47 WIB

Gedung Putih AS
Gedung Putih AS istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Salah satu Senator Amerika Serikat dari Partai Republikan Josh Hawley telah meminta Kementerian Luar Negeri AS untuk mengirimkan lebih banyak senjata ke Taiwan daripada Ukraina. Menurutnya, Taiwan "lebih penting untuk kepentingan nasional AS."

Hawley sebelumnya juga menyarankan bahwa anggaran bantuan Washington untuk Kiev akan lebih baik digunakan untuk kepentingan di dalam negeri.

Dalam sebuah surat kepada Menteri Luar Negeri Antony Blinken pada hari Selasa, Hawley mengklaim bahwa cadangan senjata milik AS sudah menipis setelah diberikan kepada Ukraina. Hal itu, menurutnya, mengabaikan kepentingan keamanan AS di kawasan Asia.


Volodymyr Zelensky Ingin AS dan NATO Terlibat Konflik Langsung dengan Rusia

Ia berpendapat bahwa pemerintahan Joe Biden harus mengalihkan bantuan senjata ke Taiwan, yang tengah terancam menghadapi serangan China.

“Terlepas dari sumber senjatanya, jika Taiwan dan Ukraina membutuhkannya, senjata-senjata itu harus dikirim ke Taiwan terlebih dahulu,” tulis Hawley.

Menurut Hawley, mengirim bantuan senjata ke Ukraina bisa dilakukan oleh negara-negara NATO lainnya.

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat sudah berjanji akan mengirim bantuan finansial dan militer bagi Ukraina sebesar USD 68 Miliar untuk tahun 2022 ini. Pada bulan Juni kemarin, Gedung Putih bahkan sudah meminta pihak Kongres untuk menyetujui anggaran bantuan tambahan bagi Ukraina sebesar USD 37,7 Miliar sebelum akhir tahun ini.

Rencana pemerintah AS itu ditentang oleh sejumlah senator Partai Republikan, termasuk Hawley, dengan alasan bahwa paket bantuan itu seharusnya digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam negeri, salah satunya isu keamanan wilayah perbatasan.

Kehabisan Sumber Daya, Estonia Kewalahan Tangani Gelombang Pengungsi asal Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia