•  

logo


Tiga Negara Uni Eropa Ini Yakin Aturan Price Cap Efektif Hentikan Perang Ukraina-Rusia

Estonia, Lithuania dan Polandia menyambut baik diberlakukannya aturan batas harga terhadap minyak Rusia

6 Desember 2022 12:25 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

JAKARTA, JITUNEW.COM - Para Menteri Urusan Eropa dari Estonia, Lithuania, dan Polandia, pada Senin (5/12) menyambut baik kesepakatan tentang batas harga terhadap ekspor minyak Rusia, yang bertujuan untuk membatasi pendapatan minyak Rusia, sambil mengurangi dampak buruk pasokan energi ke negara ketiga.

Dalam deklarasi bersama, para menteri dari ketiga negara Uni Eropa itu mengatakan batas harga minyak awal $60, yang merupakan hasil negosiasi panjang dalam G7 dan EU-27, akan memastikan efektivitas sanksi yang dikenakan pada minyak Rusia.

"Kami telah melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa tujuan utama pembatasan, yaitu membatasi pendapatan minyak Rusia, tercapai," demikian pernyataan tertulis mereka, dikutip Anadolu Agency.


Jelang Laga Spanyol vs Maroko, Ultras di Spanyol Siap Antisipasi Aksi Vandalisme Suporter Maroko

Para menteri menegaskan bahwa batas harga akan ditetapkan setidaknya 5% di bawah harga pasar rata-rata untuk minyak Rusia dan akan ditinjau setiap dua bulan sebagai tanggapan atas perkembangan pasar.

“Kami menekankan bahwa kami akan bekerja lebih jauh untuk sepenuhnya menghentikan keuntungan Rusia dari penjualan minyak. Batas harga hanyalah salah satu elemen dari tanggapan kami terhadap agresi Rusia terhadap Ukraina. Kami perlu terus memberikan dukungan kami ke Ukraina dengan memotong kemampuan Rusia untuk membiayai perang, termasuk dengan memperhitungkan aset Rusia yang dibekukan dan menerapkan sanksi efektif," kata mereka.

Kebijakan embargo Uni Eropa atas impor minyak mentah Rusia yang dikirim melalui jalur laut, yang diadopsi oleh Komisi Eropa pada 3 Juni sebagai bagian dari paket keenam tindakan pembatasan terhadap Moskow, mulai berlaku pada Senin (5/12).

Sementara itu, sejumlah pejabat Rusia telah mengumumkan bahwa mereka akan menolak untuk menjual minyak ke negara-negara yang menyetujui aturan batas harga tersebut.

“Kami akan menjual minyak dan produk minyak hanya ke negara-negara yang akan bekerja sama dengan kami dalam kondisi pasar, bahkan jika kami harus menurunkan produksinya,” kata Wakil Perdana Menteri Alexander Novak pada Minggu (4/12).

Diambang Perang Dingin Baru, Kanselir Jerman Minta Semua Pihak Tingkatkan Diplomasi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia