•  

logo


Jelang Laga Spanyol vs Maroko, Ultras di Spanyol Siap Antisipasi Aksi Vandalisme Suporter Maroko

Sejumlah ultras sepakbola di Spanyol mempersiapkan diri untuk mengantisipasi aksi suporter Timnas Maroko, setelah kedua negara bertemu di babak 16 besar Piala Dunia 2022

6 Desember 2022 12:07 WIB

Polisi mengamankan lokasi kerusuhan di Kota Brussels, Belgia pada Minggu (27/11)
Polisi mengamankan lokasi kerusuhan di Kota Brussels, Belgia pada Minggu (27/11) CTV

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejumlah ultras sepak bola radikal dari Madrid menyerukan kepada semua suporter sepak bola di Spanyol untuk bersatu, untuk "melindungi jalanan" dari para suporter Maroko. Peringatan tersebut muncul setelah Timnas Spanyol bertemu dengan Maroko pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 pada Selasa (6/12).

Menurut posting media sosial oleh Foro MDM, forum paling menonjol di Spanyol untuk kelompok ultras, suporter radikal Real Madrid dan Atletico Madrid berencana untuk menggabungkan kekuatan di Madrid untuk mengantisipasi aksi suporter Timnas Maroko.

Ultras dari Valencia juga mengumumkan tindakan serupa untuk "melindungi jalanan dari aksi vandalisme yang dilakukan oleh penggemar Maroko."


Aturan Price Cap Minyak Rusia Diprediksi Picu Resesi dan Inflasi di Negara-negara Barat

Polisi Spanyol dikabarkan sudah bersiap untuk meningkatkan keamanan dan telah diperintahkan untuk menentukan jumlah warga Maroko yang tinggal di setiap komunitas. Menurut data resmi dari tahun 2021, sedikitnya 900 ribu warga asal Maroko tinggal di Spanyol.

Seperti diketahui, suporter Maroko telah melakukan aksi kerusuhan saat merayakan kemenangan timnasnya atas Belgia pada pekan kemarin. Mereka juga terlibat bentrokan dengan kepolisian Belgia. Kerusuhan serupa juga terjadi di sejumlah kota di Belanda.

Meski begitu, perayaan kemenangan yang dilakukan oleh suporter Maroko di Spanyol berlangsung damai. Hanya saja, hal itu mendapat kecaman dari anggota sayap kanan Spanyol.

“Ini bukan Marrakesh, ini jalan Manolo Escobar di Almeria,” tulis politisi Vox Rocio de Meer di samping video sorakan dan tarian para penggemar Maroko.

“Dan multikulturalisme persis seperti ini. Sebuah kegagalan," tambahnya.

Komentar tersebut menuai kecaman secara luas di media online. Beberapa suporter Maroko yang merayakan dengan damai di Murcia mengatakan bahwa mereka sudah mendapat penghinaan rasis.

Asosiasi Imigran dan Pekerja Maroko (ATIM) meminta para penggemar Maroko “untuk tidak menanggapi ancaman dan provokasi yang dilakukan oleh kaum radikal” melainkan melaporkan mereka ke polisi.

Ia juga meminta polisi Spanyol untuk “menganggap serius ancaman yang dibuat terhadap komunitas Maroko dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghindari pertengkaran yang dapat memengaruhi perdamaian sosial.”

Walikota Lorca, kota di wilayah Murcia dengan jumlah populasi orang Maroko yang cukup besar, telah meminta warga Maroko maupun suporter Spanyol untuk melakukan perayaan "dengan hormat.”

"Ini adalah acara yang sangat penting karena seseorang akan tersingkir, dan hanya ada satu pemenang," kata walikota Diego José Mateos merujuk pada pertandingan Spanyol vs Maroko.

Impor Minyak Uni Eropa dari Rusia 6 Kali Lebih Banyak daripada India

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia