•  

logo


Impor Minyak Uni Eropa dari Rusia 6 Kali Lebih Banyak daripada India

Menteri Luar Negeri India mengatakan bahwa Uni Eropa mngimpor minyak mentah, batu bara, dan gas alam dari Rusia, enam kali lipat lebih banyak daripada India

6 Desember 2022 11:45 WIB

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar
Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar pada hari Senin (5/12) mengatakan bahwa Uni Eropa (UE) terus menjadi pembeli global terbesar bahan bakar fosil asal Rusia. Ia menambahkan bahwa Uni Eropa mengimpor minyak mentah, batu bara, dan gas alam "lebih banyak" daripada India.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri dari Jerman Annalena Baerbock, yang sedang melakukan kunjungan resmi ke New Delhi.

Menjawab pertanyaan tentang keputusan New Delhi untuk meningkatkan impor minyak mentah Rusia di tengah volatilitas harga energi global yang disebabkan oleh Upaya negara-negara Barat untuk menghentikan pasokan Rusia dari rantai pasokan global setelah operasi militer khusus di Ukraina, Jaishankar mengatakan: “Antara 24 Februari dan 17 November, Uni Eropa mengimpor lebih banyak bahan bakar fosil dari Rusia daripada gabungan 10 negara berikutnya.”


Dibebaskan dari Aturan Price Cap, Hungaria Bisa Beli Minyak Rusia dengan Harga Normal

Jaishankar menyatakan bahwa minyak “yang diimpor oleh Uni Eropa enam kali lipat dari yang diimpor oleh India.”

“(Impor) gas (Uni Eropa) bahkan berkali-kali lipat karena kita tidak mengimpor (gas dari Rusia), sedangkan Uni Eropa telah mengimpor gas senilai sekitar 50 miliar euro. Bahkan impor batu bara dari Rusia untuk Uni Eropa, 50 persen lebih banyak dari yang diimpor India,” tambahnya.

Jaishankar menjelaskan bahwa anggapan bahwa Uni Eropa melakukan sesuatu yang berbeda dari apa yang India lakukan adalah salah.

India yang merupakan negara pengimpor minyak terbesar ketiga di dunia, mulai meningkatkan pembelian minyak mentah Rusia setelah Uni Eropa menjatuhkan kebijakan sanksi terhadap Moskow. Sanksi tersebut memaksa Rusia untuk menawarkan diskon pada komoditas minyaknya untuk menggaet pembeli baru, diluar Uni Eropa.

Setelah memberlakukan diskon, pengiriman minyak Rusia ke India meningkat drastis. Rusia, bahkan, menggeser Arab Saudi dan Irak, yang selama ini dikenal sebagai pemasok minyak terbesar India.

Menurut laporan media, secara keseluruhan ekspor minyak mentah Rusia ke negara Asia Selatan itu mengalami kenaikan rata-rata 8 persen setiap bulannya, menjadi 946 ribu barel per hari.

Jaishankar mengatakan ada “sumber daya energi dalam jumlah terbatas yang tersedia di dunia.”

Dia lebih lanjut mengatakan bahwa upaya berkelanjutan Uni Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan energi Rusia dan beralih ke pemasok asal Timur Tengah telah menciptakan tekanan pada pasar energi global.

Jaishankar menggarisbawahi bahwa negara-negara Timur Tengah selama ini menjadi pemasok utama komoditas bahan bakar fosil ke negara-negara lain, termasuk India.

Pada Oktober kemarin, Rusia menyumbang 22% dari total impor minyak India, melebihi pasokan minyak dari Irak (20,5%) dan Arab Saudi (16%).

Pada awal November kemarin, Jaishankar mengatakan bahwa negaranya tengah berusaha menjalin kerjasama yang stabil dengan Rusia dalam hal energi, termasuk dengan terus membeli minyak mentah ataupun produk minyak asal Rusia. Menurutnya perdagangan energi dengan Rusia sangat menguntungkan bagi India.

Hal itu ia sampaikan saat menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

“Adalah kewajiban mendasar kami untuk memastikan bahwa konsumen India memiliki akses terbaik dengan persyaratan yang paling menguntungkan ke pasar [energi] internasional,” kata Jaishankar, dikutip RT.com.

Aturan Price Cap Minyak Rusia Diprediksi Picu Resesi dan Inflasi di Negara-negara Barat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia