•  

logo


Dibebaskan dari Aturan Price Cap, Hungaria Bisa Beli Minyak Rusia dengan Harga Normal

Menteri Luar Negeri Hungaria mengatakan bahwa pihaknya diijinkan untuk membeli minyak Rusia diatas batasan harga yang ditetapkan oleh Uni Eropa dan G7

6 Desember 2022 11:09 WIB

Menlu Hungaria Peter Szijjarto
Menlu Hungaria Peter Szijjarto istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto pada Sabtu (3/12) akhir pekan lalu mengatakan bahwa Hungaria sudah mendapatkan ijin untuk tidak ikut memberlakukan batas harga terhadap komoditas minyak Rusia, yang ditetapkan oleh Uni Eropa dan G7. Artinya, Hungaria masih bisa membeli minyak Rusia dengan harga diatas batasan harga yang ditetapkan oleh Uni Eropa, yakni di level USD 60 per barel.

“Selama negosiasi batas harga minyak, kami berjuang keras untuk kepentingan Hungaria, dan pada akhirnya kami berhasil: Hungaria dibebaskan dari batas harga minyak. Sekali lagi, kami berhasil menjaga keamanan pasokan energi negara kami,” tulis Szijjarto di halaman Facebook resminya.

Szijjarto juga kembali mengkritik gagasan tersebut dengan mengatakan bahwa pemberlakuan batas harga minyak Rusia itu hanya akan merugikan ekonomi Eropa sendiri. Menurutnya, alih-alih menetapkan batas harga, Uni Eropa dan G7 seharusnya berusaha mendorong peningkatan produksi minyak dunia sehingga harga komoditas tersebut dapat ditekan.


Sebut Negara Barat Sering Paksakan Aturan, PM Rusia: Pasti Akan Gagal

Seperti diketahui, mulai Senin (5/12), negara-negara anggota G7, Uni Eropa, dan Australia telah sepakat untuk menetapkan batas atas harga minyak mentah lintas laut Rusia sebesar USD 60 per barel.

Aturan tersebut akan melarang perusahaan Barat untuk mengasuransikan atau membiayai kapal yang membawa minyak Rusia, kecuali kargo dibeli pada atau di bawah batas batas. Sementara bagi yang melanggar kesepakatan price cap, akan dikenakan sanksi pencabutan asuransi dan pembiayaan selama 90 hari.

Aturan 'price cap' tersebut akan ditinjau setiap dua bulan.

Sebelumnya, Rusia mengancam tidak akan menjual minyaknya kepada negara-negara yang ikut mendukung aturan tersebut, meski hal tersebut membuat Rusia terpaksa mengurangi produksi minyaknya.

“Kami akan menjual minyak dan produk minyak hanya ke negara-negara yang akan bekerja sama dengan kami dalam kondisi pasar, bahkan jika kami harus menurunkan produksinya,” kata Wakil Perdana Menteri Alexander Novak pada Minggu (4/12).

Tak Akan Akui Batas Harga Minyak Rusia, Moskow: Langkah Menuju Destabilisasi Pasar Energi Dunia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia